Dunia Bergejolak, Industri Makanan Butuh Kepastian Bahan Baku

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang nan berkecamuk di Timur Tengah dan gangguan rantai pasok dunia membikin industri ikut terancam. Bukan hanya dari sisi energi, melainkan juga dari sisi bahan baku. Untuk itu, industri pun memerlukan kepastian kesiapan bahan baku demi kelancaran produksinya.

Director of Public Policy, Government Affairs & Corporate Communications PepsiCo Gabrielle Angriani Johny mengatakan kondisi geopolitik nan menantang mempengaruhi industri secara luas. Tantangan ini juga berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya mengenai sinkronisasi di dalam negeri.

"Sekarang geopolitik berpengaruh, kudu cari langkah agar industri bisa berjalan," ujar Gabrielle dalam CNBC Indonesia Food Summit 2026 dengan tema "Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework" di Menara Bank Mega, Senin (27/4/2026).

Untuk skala industri besar dia mengatakan dibutuhkan support dari pemerintah, terutama soal bahan baku. Jika bahan baku tidak tersedia maka bakal sangat sulit, lantaran tetap banyak nan berjuntai pada industri besar.

"Usaha besar butuh support dari pemerintah apalagi soal bahan baku. Kalau bahan baku tidak ada, bakal sulit, padahal banyak nan berjuntai pada industri besar," ungkapnya.

PepsiCo sendiri terus berupaya menghadirkan produk berbobot dengan menggunakan bahan baku berkualitas. Gabrielle mengungkapkan saat membangun pabrik Cheetos dan Doritos tahun lalu, PepsiCo memastikan spesifikasi bahan baku jagung agar sesuai standar.

Bahan baku nan berbobot nan digunakan pun berbeda dengan pangan sehari-hari, lantaran ada standar dan spesifikasi nan kudu terpenuhi. Sayangnya, untuk mendapatkannya sering kali industri kudu impor lantaran tidak tersedia di dalam negeri.

Untuk itu, PepsiCo pun berkomitmen berkontribusi pada pemenuhan rantai pasok dan melakukan edukasi kepada petani. Dengan begitu, produk pertanian dari dalam negeri pun bisa memenuhi standar PepsiCo.

Menurut Gabrielle, pihaknya selalu aktif mengedukasi dan mengembangkan pertanian kentang dan jagung berbareng petani lokal. Upaya ini menjadi salah satu bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong produktivitas dan kualitas petani.

"Kami juga upayakan transfer pengetahuan. Ini bisa sigap dan petani bisa mau nerima pengarahan agar hasil bisa meningkat," terangnya.

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News