Jakarta, CNBC Indonesia - Swasembada Pangan menjadi agenda strategis pemerintah Presiden Prabowo, oleh lantaran butuh support semua pihak. Adapun PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina berkomitmen mendukung swasembada pangan nasional.
Adalah PT Pertamina Gas Operation East Java Area (Pertagas OEJA) mendukung swasembada Pangan melalui program pertaniannya ialah Cita Sembada. Tidak tanggung-tanggung, program ini sukses meningkatkan produksi pertanian naik 10 kali lipat sehingga menjadi pondasi kuat dalam membangun swasembada pangan berbasis pedesaan.
Bukti nyata Cita Sembada secara nyata dibuktikan dengan dengan panen di Desa Ganggang Panjang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hasil panen pada lahan seluas 15 hektar nan sebelumnya 2 ton per hektar sekarang naik tajam menjadi 7 ton per hektar.
Masa panen nan sebelumnya hanya 1 kali setahun sekarang bisa 3 kali dalam setahun sehingga total produktivitas meningkat 10 kali lipat dari 30 ton per tahun menjadi 315 ton per tahun. Hal ini juga menjadi bukti bahwa Pertagas, bukan hanya membangun prasarana nan mendukung peningkatan produksi pertanian tetapi membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga sumber daya air dan lingkungan.
Program Cita Sembada mempunyai tiga pilar utama nan menjadi landasan kegiatan, ialah Tirta Sembada, Dhana Sembada, dan Bhumi Sembada. Tirta Sembada, berfokus pada kemandirian air, di mana Pertagas berbareng masyarakat telah membangun 562 meter jaringan irigasi baru, dan hasil dari 164 ecobrick nan diolah menjadi 41 lubang ecopori. Adapun pipa terpal dari Pertagas OEJA dalam program ini menimbulkan Daya gesek nan tinggi sehingga berakibat pada konsumsi BBM sebesar 585 liter per masa tanam.
Kedua Bhumi Sembada ialah memperkuat ketahanan lingkungan desa dengan membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Dalam program ini, Pertagas OEJA membentuk Kelompok pemilahan sampah secara terpadu dari hulu ke hilir, mendorong perilaku pengelolaan sampah, melakukan rehabilitasi TPS dan penerapan komposting Hot Berkeley.
Dampak dari aktivitas Bhumi Sembada, Pertagas OEJA berkontribusi pengelolaan sampah 180 ton selama enam bulan dengan pendampingan oleh DLHK Kab. Sidoarjo. Kandungan fosfat <0,2 mg/liter akibat dari 50 biopori rumah tangga, dan terkelolanya sampah organik 100kg/ bulan melalui komposting Hot Berkeley.
Dhana Sembada, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat nan fokusnya untuk pemberdayaan golongan tani dan penduduk desa agar dapat mengelola hasil pertanian secara produktif dan berkelanjutan. Pada program Dhana Sembada, Pertagas OEJA memberikan training branding Program UMKM Punden Deco, memberikan pemanfaatan Panel Surya sebesar 8,8 KwH sebagai Sumber daya terbarukan, termasuk juga pembangunan Taman Aviary Tarung Reco, dan pelibatan Pasien Keswa dalam aktivitas UMKM Punden Deco.
Dampaknya, Punden Deco mempunyai akun media sosial untuk media promosi dan ada juga penurunan biaya operasional hingga 50% dengan adanya pemanfaatan panel sura, hingga pelibatan 32 orang Kelompok rentan dan pasien Keswa dalam UMKM.
Semua akibat positif nan dilakukan tersebut sukses mengantarkan Pertagas OEJA meraih penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Pertagas OEJA dinilai sukses membikin program berkepanjangan nan memberi akibat nyata bagi masyarakat serta menjaga kelestarian di wilayah operasional. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq kepada Direktur Utama Pertagas Indra P Sembiring.
(rah/rah)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·