Dukung PP Tunas, Literasi Digital bagi Pelajar Perlu Diperkuat

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Dukung PP Tunas, Literasi Digital bagi Pelajar Perlu Diperkuat Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyatakan support penuh terhadap penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025. Regulasi nan berkawan disebut sebagai PP Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) ini menjadi payung norma krusial guna membentengi anak-anak dari ancaman di bumi maya.

Melalui PP TUNAS, negara mengatur tata kelola sistem elektronik secara ketat demi meminimalkan beragam akibat digital bagi anak, mulai dari paparan konten negatif, perundungan siber (cyberbullying), pemanfaatan info pribadi, penipuan digital, hingga adiksi alias kecanduan internet.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin, menegaskan bahwa perlindungan anak di jagat digital tidak bisa hanya mengandalkan teks izin di atas kertas. Penegakan patokan tersebut kudu disokong oleh edukasi masif serta kerjasama lintas sektor nan berkelanjutan.

"PP TUNAS menjadi tonggak krusial dalam memperkuat perlindungan anak di era digital. Namun, keberhasilan implementasinya memerlukan keterlibatan semua pihak," ujar Asep melalui keterangan tertulisnya, Selasa (2/6/2026).

Asep menyatakan bahwa Pemkot Tangsel telah menginisiasi beragam program nan selaras dengan nilai-nilai PP TUNAS jauh sebelum patokan ini diterbitkan. Berbagai program tersebut difokuskan pada peningkatan literasi digital, keamanan informasi, penguatan budaya cek fakta, serta kerjasama aktif dengan organisasi sekolah.

Salah satu langkah nyata nan rutin digulirkan adalah program Literasi Digital Internet Sehat dan Aman dengan menyasar siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK di wilayah Tangerang Selatan. Di sini, para pelajar dibekali pemahaman mengenai perlindungan info pribadi dan etika bermedia sosial.

Selain literasi dasar, Diskominfo Tangsel juga mengembangkan program Expert Goes To School. Program ini menerjunkan para mahir untuk memberikan training teknologi praktis bagi pelajar SMK, seperti kelas coding, pengelolaan jaringan komputer, dan pembuatan konten digital.

"Program ini bermaksud membentuk generasi muda nan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga bisa menjadi pembuat dan inovator di bagian digital," tutur Asep menambahkan.

Demi membendung maraknya angin besar disinformasi nan rentan menyasar anak-anak, Diskominfo Kota Tangerang Selatan juga telah menjalin kerjasama strategis dengan lembaga internasional, International Fact-Checking Network (IFCN). Langkah ini ditempuh unik untuk mengasah keahlian berpikir kritis generasi muda dalam memilah informasi.

Meski intervensi pemerintah wilayah terus diperluas, Asep mengingatkan bahwa tembok pertahanan utama anak tetap berada di dalam rumah. Pihaknya mengimbau para orang tua untuk tidak abai dan terus mendampingi aktivitas digital anak-anak mereka.

"Anak-anak kita saat ini hidup di dua bumi sekaligus, ialah bumi nyata dan bumi digital. Karena itu, perlindungan terhadap mereka juga kudu datang di kedua ruang tersebut. Target kita bukan sekadar internet cepat, tetapi internet nan aman, sehat, dan bertanggung jawab bagi anak-anak Indonesia," pungkas Asep.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia