Surabaya, CNN Indonesia --
Duka menyelimuti family Sari Sukoco (39), pengemudi truk asal Tulungagung nan menjadi korban tewas dalam tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.
Jenazah laki-laki nan berkawan disapa Sukoco itu telah teridentifikasi usai menjalani proses identifikasi di posko post mortem RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya.
Kakak kandung korban, Elly Sri Rahayu mengaku menerima telepon dari banyak pihak nan menanyakan keberadaan Sukoco, sejak Minggu (2/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhirnya Elly mendapatkan berita dari keponakannya, nan menginformasikan bahwa Sukoco, ditemukan dan dinyatakan meninggal bumi sekitar pukul 02.00 WIB, Senin (3/8).
Pihak family pun diminta datang ke RS Bhayangkara Surabaya untuk memastikan identitas korban dan identifikasi.
"Pagi jam 02.00 pagi, saya ditelepon jika jenazah adik saya ditemukan, [keluarga diminta] untuk datang ke Rumah Sakit Bayangkara," kata Elly, Selasa (4/8).
Sukoco selama ini dikenal sebagai pengemudi pikulan peralatan antarpulau, sehingga komunikasi dengan family jarang terjalin. Menurut Elly, mereka biasanya hanya berkumpul saat momen besar seperti Natal alias Lebaran.
"Dia sering keliling Indonesia kirim barang. Kalau ditelepon kadang di tengah laut, susah sinyal," lanjutnya.
Elly menjelaskan Sukoco merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Mendiang belum sempat menikah samasa hidupnya. Menurutnya, sang adik mempunyai lebih dari 10 keponakan nan sangat disayanginya.
Meski jarang berkomunikasi, kedekatan Sukoco dengan family tetap terjaga. Elly mengenang sang adik sebagai sosok pekerja keras nan memikul tanggung jawab terhadap family besarnya. Saat menceritakan sosok adiknya, bunyi Elly bergetar dan air matanya tak lagi bisa dibendung.
"Dia orangnya bertanggung jawab. Dia cinta sama family besar. Apalagi sama ponakan-ponakan. Dia orangnya enggak pelit. Sama ponakan itu pemberi," ujarnya.
Kini Elly mengaku pasrah menerima kepergian sang adik dan memilih meyakini itu sebagai kehendak Tuhan.
"Mungkin Tuhan lebih cinta dan sayang sama dia. Itu aja saya pikirnya, positif aja," katanya.
Di letak nan sama, Bambang Susilo (36), penduduk Tulungagung nan merupakan korban selamat KM Mutiara Sentosa 2, turut datang untuk memastikan berita duka kerabatnya. Bambang merupakan kernet dari truk nan dikemudikan Sukoco dalam kapal tersebut.
Bambang menceritakan detik-detik dirinya menyelamatkan diri dengan melompat dari kapal dan terpisah dari Sukoco. Saat kejadian, dia berada dalam satu rombongan berisi enam orang nan membawa tiga unit truk.
"Meninggalnya itu pas sudah turun. Tapi lompatnya kan terakhir dia. Jadi saya kan satu grup itu enam orang. Kan tiga mobil, tiga mobil, satu mobil kan dua orang," kata Bambang.
Ia menyebut sejumlah rekannya lebih dulu melompat dari kapal, sementara dirinya sempat membujuk Sukoco untuk ikut menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.
"Jadi ada kawan nan melompat pertama. Terus saya. Saya belum saya belum melompat itu sudah saya ajak kakak saya, hanya mengangguk aja. Nah, baru saya mau loncat itu sudah api sudah menjalar ke depan. Sudah semakin panas. Lantai sudah panas ini," ujarnya.
Bambang kemudian meminta izin kepada Sukoco untuk melompat lebih dulu, namun menurutnya, korban tetap terlihat ragu.
"Nah, saya sudah izin ke kakak saya (Sukoco) itu kan mau melompat saya. Lompat ya. Terus nan tiga itu katanya sempat ngajak juga tapi ya agak tetap ragu gitulah," tuturnya.
Setelah melompat, Bambang mengaku tidak lagi mengetahui keberadaan Sukoco lantaran rombongan mereka terpisah dalam kepanikan, hingga akhirnya berita duka itu dia terima.
"Enggak tahu dia, loncat alias gimana sudah pokoknya turun lompatnya sudah enggak tahu. Jadi terpisah," tuturnya.
(frd/fra)
[Gambas:Video CNN]
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·