Dugaan Keracunan MBG di Rembang, Korban Capai 1.000 Orang

Sedang Trending 35 menit yang lalu
Dugaan Keracunan MBG di Rembang, Korban Capai 1.000 Orang Belasan siswa MAN 2 Rembang tetap menjalani perawatan setelah mengalami keracunan diduga berasal dari makanan program MBG.(MI/Akhmad Safuan )

HANYA dalam hitungan hari, dua kejadian keracunan makanan dalam program Makan Bersama Gratis (MBG) di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, menjadi sorotan tajam. Total korban nan terdiri dari siswa dan pembimbing dilaporkan mencapai nyaris 1.000 orang.

Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, pada Rabu (9/9), belasan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang tetap menjalani perawatan di puskesmas setempat. Mereka mengalami indikasi keracunan setelah mengonsumsi makanan program MBG pada Senin (7/9). Tercatat sebanyak 271 siswa dan satu pembimbing terdampak dalam kejadian di MAN 2 Rembang tersebut.

Kejadian ini merupakan peristiwa kedua dalam waktu singkat. Sebelumnya, pada Selasa (3/9), sebanyak 725 siswa dan 25 pembimbing SMAN 1 Lasem juga menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi paket makanan serupa. Puluhan siswa di antaranya sempat dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kritik dan Bungkamnya Satgas MBG

Besarnya jumlah korban nan mencapai sekitar 1.000 orang memicu reaksi keras dari beragam pihak. Namun, Ketua Satgas MBG Rembang nan juga Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro', dilaporkan enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai rentetan kejadian ini.

Ketua Ormas Brandal Alif, Arief Yulianto, mempertanyakan keahlian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Rembang. "Ada apa sebenarnya dengan SPPG di Rembang ini? Dua kejadian keracunan MBG dengan jumlah korban cukup besar tetapi tidak ada tindakan tegas," ujar Arief.

Publik sekarang menuntut Satgas MBG tidak tinggal tak bersuara dan segera melakukan audit total. Evaluasi menyeluruh terhadap standar higienitas dapur SPPG serta transparansi hasil investigasi laboratorium sangat dinantikan oleh masyarakat luas.

Kondisi Serupa di Blora

Masalah pada program MBG rupanya tidak hanya terjadi di Rembang. Di Kabupaten Blora, sebanyak 136 siswa dan satu pembimbing SMA Negeri 1 Tunjungan juga mengalami keracunan pada Selasa (8/9). Menanggapi perihal tersebut, Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Sri Setyorini, langsung mengambil langkah tegas dengan mengusulkan penutupan SPPG Sukorejo 2 Blora.

"Kita mengusulkan SPPG Sukorejo 2 ditutup dan dilakukan pemeriksaan serta investigasi total agar dapat diketahui sumber masalahnya," tegas Sri Setyorini. Ia menambahkan bahwa SPPG tersebut sebelumnya sudah menerima dua kali peringatan, dan kejadian di SMAN 1 Tunjungan merupakan kejadian ketiga kalinya.

Meski demikian, Sri menjelaskan bahwa kewenangan penutupan sepenuhnya berada di tingkat pusat, bukan pada pemerintah wilayah maupun Satgas di daerah. "Kita hanya dapat mengusulkan," imbuhnya.

Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab Pengelola Dapur

Pasca-insiden di MAN 2 Rembang, Kepala Dapur SPPG Ngemplak, Raditya Ardi Pratama, berbareng pihak mitra menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menyatakan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius dan pihaknya telah mengambil langkah penanganan bagi para korban.

"Seluruh biaya pengobatan pasien telah ditanggung sepenuhnya oleh pihak mitra, sehingga pasien dan family tidak dibebani biaya selama menjalani proses perawatan," kata Raditya.

Pihak SPPG Ngemplak berjanji bakal menjadikan kasus ini sebagai bahan pertimbangan dan perbaikan standar pelayanan ke depan. "Kami bakal bertanggung jawab semaksimal mungkin dan meng-cover seluruh biaya pengobatan. Kami sangat prihatin terhadap kondisi nan dialami para pasien," pungkasnya. (AS/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia