Dugaan Keracunan MBG di Karo, Tiga Bakteri Ditemukan pada Sampel Makanan

Sedang Trending 5 jam yang lalu
Dugaan Keracunan MBG di Karo, Tiga Bakteri Ditemukan pada Sampel Makanan Ilustrasi(Antara)

LABORATORIUM Kesehatan Daerah Sumatera Utara menemukan tiga bakteri, Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, dan Escherichia coli, pada sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan diduga meracuni ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, September lalu.

Dokter dan pendidik gizi Tan Shot Yen menyebut, kuman menghasilkan racun (toksin) jika makanan terlalu lama berada pada suhu 5–60 derajat Celsius, rentang nan disebut suhu kritis. 

“Pada proses pemasakan kuman bisa saja mati, tapi toksinnya tahan panas. Berlaku bagi semua kontaminan,” katanya dalam keterangan resmi.

Bacillus cereus adalah contoh paling jelas. Bakteri pembentuk spora nan sering mencemari beras dan nasi. Sporanya tahan panas, sehingga tidak meninggal saat nasi dimasak, terutama pada nasi nan disimpan pada suhu ruang. Racun nan dihasilkannya, cereulide, memicu mual dan muntah dalam 30 menit sampai enam jam setelah makan.

Ia menyebut HACCP, alias sistem pengendalian ancaman di setiap titik rantai makanan, sebagai perihal nan tidak bisa ditawar untuk dapur berskala ribuan porsi.

Tan juga meluruskan berita bahwa seorang siswi Karo lenyap ingatan setelah keracunan. Ia menduga nan mungkin terjadi akibat racun saraf adalah ensefalopati, gangguan kegunaan otak nan bisa membikin penderita linglung. 

“Ensefalopati bukan lenyap ingatan seperti amnesia,” katanya.

Bakteri nan sama juga sudah menjangkau pabrik berstandar tinggi. Pada 14 Januari 2026, BPOM mengumumkan penarikan dua bets susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 produksi Nestlé di Swiss lantaran potensi keberadaan toksin cereulide nan berasal dari kuman Bacillus Cereus pada bahan bakunya, minyak ARA (asam lemak nan ditambahkan ke susu formula). 

Uji BPOM disebut tidak mendeteksi racun itu, tetapi produknya tetap ditarik sebagai langkah kehati-hatian. Sembilan hari kemudian, otoritas pangan Irlandia mengumumkan Danone menarik bets Aptamil dan Cow & Gate lantaran bahan baku ARA nan sama, buatan pemasok di Tiongkok. Penarikan dua produsen itu menjangkau nyaris 70 negara.

Tan mengatakan racun bisa lolos nan diduga terkena kontaminasi. "Susu serbuk bukan produk steril,” katanya. 

Racun nan sudah terbentuk di bahan baku tidak lenyap di tahap pengolahan, sama seperti di dapur MBG. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑