⁠Dugaan Child Grooming di Sekolah Tangsel Mulai Diselidiki Polisi

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Jakarta -

Belakangan viral unggahan soal dugaan manipulasi psikologis terhadap anak alias child grooming oleh kepala sekolah inisial AMA terhadap siswi di salah satu SMK swasta di Pamulang, Tangerang Selatan. Polisi mulai menyelidiki dugaan tersebut.

Dalam unggahan nan viral, sejumlah akun anonim membagikan cerita dan pengakuan mengenai perilaku di lingkungan sekolah tersebut. Salah satu unggahan menyinggung pendekatan kepala sekolah kepada siswi tertentu.

Kepala sekolah disebut membikin pola pendekatan kepada siswi nan kurang mendapat perhatian dari ayah alias fatherless. Peristiwa itu disebut sudah terjadi berkali-kali.

"Kemarin kita lakukan penyelidikan berasas dari hasil patroli siber terdapat beberapa link buletin viral di medsos," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

Wira mengatakan AMA mendatangi Polres Tangerang Selatan untuk berkonsultasi mengenai pemberitaan nan viral ini. Ia mengatakan AMA juga telah diperiksa oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

"Di tengah kami lakukan penyelidikan ke sekolahan, kami dapati info bahwa Saudara AMA tiba di Polres Tangerang Selatan untuk mengkonsultasikan buletin nan sedang beredar di media sosial.

Kemudian Unit PPA langsung mengambil keterangan nan berkepentingan hingga kurang lebih pukul 23.00 WIB," tuturnya.

Belum Ada Laporan

Wira mengatakan korban belum membikin laporan polisi (LP) hingga saat ini. Ia juga belum bisa menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap AMA lantaran tetap dalam proses penyelidikan.

"Kalau mengenai hasil pemeriksaan, kita belum bisa share dulu lantaran tetap dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Lebih lanjut, Wira menegaskan Polres Tangsel tidak melakukan alias mengawal mediasi apapun mengenai perkara ini. Ia mengatakan pihaknya tetap menyelidiki perkara ini untuk mencari kebenaran dan kebenaran nan terjadi.

"Saya tegaskan dari Polres Tangerang Selatan tidak melakukan mediasi apapun ataupun mengawal untuk proses mediasi. Kami di posisi untuk memfaktakan terlebih dulu info nan beredar di tengah masyarakat dalam proses penyelidikan," tuturnya.

Sebagai informasi, Komnas Perempuan menyebut child grooming merupakan corak kekerasan berbasis kelamin nan menyasar anak, terutama perempuan, melalui relasi kuasa nan timpang, manipulasi emosional, dan normalisasi perilaku seksual.

Pola child grooming umumnya muncul melalui strategi pelaku nan memosisikan diri sebagai kawan dekat dan pendengar, memberikan bingkisan serta pengesahan berlebihan, melakukan normalisasi seksual secara bertahap, meminta relasi dirahasiakan untuk mengisolasi anak dari lingkungan pendukung, memanipulasi rasa bersalah dan takut, hingga berujung pada ancaman dan pemerasan seksual agar korban terus menuruti kehendaknya.

Kepsek Dipecat

Pihak yayasan mengambil tindakan tegas usai dugaan kepsek melakukan child grooming. Pihak yayasan pun menegaskan oknum kepala sekolah itu saat ini bukan bagian dari mereka lagi.

"Sebagai corak tanggung jawab lembaga dalam menjaga nilai-nilai pendidikan, etika, serta integritas lingkungan sekolah, per hari ini Yayasan secara resmi menetapkan bahwa nan berkepentingan tidak lagi terafiliasi dengan (pihak yayasan) secara permanen," bunyi unggahan akun IG @letrispamulangofficial nan dilihat, Sabtu (16/5/2026).

Yayasan pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua murid. Sebab, lantaran kasus ini sekolah mereka menjadi sorotan publik.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua siswa, siswa-siswi, serta masyarakat luas atas ketidaknyamanan dan perhatian publik nan muncul dalam beberapa waktu terakhir," katanya.

Terakhir, yayasan berkomitmen bakal tetap menjaga profesionalitas dan rasa kondusif kepada semua pihak.

(azh/fas)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News