Radit mengaku akhirnya memilih mengalah dan mencari tempat parkir lain. Namun, persoalan tersebut belum berhenti.
Ia menyebut bahwa suami wanita tersebut kemudian menghampiri mereka di dalam area tempat makan dan mempertanyakan siapa nan memarahi istrinya.
“Gue jawab, ‘Nggak ada nan marahin. Kita hanya negur lantaran memang nan dilakukan tadi salah,’” ujar Radit.
Pria tersebut tetap melontarkan sejumlah pertanyaan dengan nada tinggi, termasuk mempertanyakan dasar patokan nan melarang seseorang “menandai” tempat parkir menggunakan badan.
Situasi kemudian disebut semakin memanas. Radit menyatakan laki-laki tersebut sampai membuka baju dan menantang mereka.
Di tengah keributan itu, Radit mengatakan ada dua anak-anak nan merupakan keponakannya. Salah satunya tetap berumur tujuh bulan dan sedang digendong ayahnya, sementara keponakannya nan lain berumur enam tahun dan berada dalam pelukannya.
“Ponakan gue nan tetap 7 bulan sedang digendong ayahnya dan nyaris kena libas di tengah keributan. Sementara ponakan gue nan 6 tahun ada dipelukan gue sebagai omnya,” kata Radit.
Ia bilang, keponakannya nan berumur enam tahun kemudian kaget dan menangis akibat situasi tersebut. Kejadian nan awalnya hanya menyangkut tempat parkir berubah menjadi persoalan lain lantaran melibatkan anak-anak nan berada di lokasi.
“Di titik itu gue baru betul-betul mikir, ini sudah bukan hanya soal parkir,” ungkapnya.
Radit mengaku keluarganya kemudian mendapat masukan agar kondisi anak tersebut diperhatikan lebih lanjut. Namun, dia menyampaikan tidak mau menyimpulkan bahwa keponakannya mengalami trauma lantaran dirinya bukan psikolog.
Lebih lanjut, Radit juga menekankan dirinya tidak membikin unggahan tersebut untuk mencari sensasi ataupun merugikan pihak tertentu. Ia membagikan pengalaman tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.
“Tujuan awal membikin ini agar tidak terjadi perihal serupa dan mengingatkan bertindak sepatutnya orang dewasa,” tandas Radit.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·