Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, mengecam serangan golongan bersenjata Houthi nan disebut terus menyasar objek sipil dan ekonomi di Arab Saudi. Bahkan, serangan golongan tersebut disebut telah menargetkan dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah.
Faisal menegaskan, serangan terhadap dua kota suci tersebut sangat melukai emosi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
"Tindakan permusuhan nan dilakukan oleh milisi Houthi ini, milisi teroris Houthi ini sampai ataupun menargetkan tempat-tempat nan paling suci di muka bumi ini, ialah Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah," kata Faisal dalam bertemu pers di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan tindakan-tindakan tersebut telah menyentuh perasaan-perasaan daripada umat muslim di seluruh bumi dan juga termasuk umat muslim nan ada di Indonesia," imbuhnya.
Selain menyasar wilayah Arab Saudi, golongan Houthi disebut terus melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal di area perairan internasional. Serangan tersebut dinilai menakut-nakuti navigasi kapal dagang, terutama di Selat Bab el-Mandeb dan Laut Merah.
"Tindakan ini menakut-nakuti keamanan Kerajaan Arab Saudi dan juga area termasuk pelabuhan-pelabuhan udara dan pelabuhan laut dan juga perairan laut dan juga perdagangan internasional. Terutama nan ada di area Selat Bab el-Mandeb dan juga Laut Merah dan juga kapal-kapal perdagangan di Laut Merah," ungkapnya.
Menurut Faisal, eskalasi bentrok tersebut juga berpotensi mengganggu rantai pasok global, ketahanan pangan, serta keamanan daya dunia. Karena itu, dia menilai diperlukan langkah tegas dari organisasi internasional untuk menjaga stabilitas dan keamanan global.
"Dan tentu tujuannya sekali lagi dalam rangka menjaga stabilitas dan keamanan internasional. Termasuk pengamanan terhadap ekonomi dan juga supply chains dan juga daya dan juga keamanan secara daya dan juga security food di seluruh bumi nan mengakibatkan alias nan terdampak daripada tindakan ini," jelas Faisal.
Dorong Solusi Damai
Faisal menjelaskan, sejak golongan Houthi melakukan kudeta terhadap pemerintah Yaman nan sah pada 2014, Arab Saudi terus mendorong penyelesaian bentrok melalui solusi politik nan komprehensif dan berkelanjutan. Arab Saudi juga disebut telah menyalurkan support kemanusiaan dan pembangunan ekonomi kepada rakyat Yaman senilai USD 12,6 miliar selama periode 2012-2026.
Namun, menurut Faisal, beragam inisiatif perdamaian nan diupayakan Arab Saudi tidak mendapat respons positif dari golongan Houthi. Dia juga menyebut serangan golongan tersebut berulang kali menyasar objek vital dan airport sipil, termasuk Bandara Abha, Bandara Internasional King Khalid, dan Bandara King Fahd.
"Kerajaan Arab Saudi juga melalui aliansi internasional mendukung penuh pemerintahan Yaman nan sah dan juga berkoordinasi dengan pemerintahan Yaman nan sah. Tentu tujuan daripada ini adalah untuk mendukung keahlian daripada negara Yaman dalam menegakkan keamanan dan stabilitas di negeri tersebut," tutur Faisal.
"Namun demikian, milisi Houthi ini menolak upaya-upaya dan inisiatif-inisiatif nan dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi untuk tercapainya solusi politik tersebut secara komprehensif di Yaman," sambung dia.
Faisal menyebut rangkaian serangan golongan Houthi di Arab Saudi telah menyebabkan 17 orang meninggal bumi dan 333 orang mengalami luka-luka.
Pastikan Keamanan Jemaah Umrah
Meski menghadapi ancaman serangan, Faisal memastikan situasi umum di Arab Saudi saat ini tetap kondusif, stabil, dan aman. Dia mengatakan militer Arab Saudi mempunyai sistem pertahanan untuk menghadapi ancaman serangan golongan Houthi.
"Bahwa kami menegaskan kondisi umum di Arab Saudi adalah kondusif, stabil, dan aman. Namun demikian, memang terjadi ada penyerangan-penyerangan nan dilancarkan oleh Houthi tadi, namun pihak keamanan Kerajaan Saudi sukses menggagalkan drone nan menyerang Arab Saudi," tegas Faisal.
Terkait keamanan visitor dan jemaah umrah, Faisal memastikan pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan untuk melindungi masyarakat dan para jemaah.
"Kerajaan Arab Saudi tentu bakal mengambil tindakan-tindakan nan semestinya dalam rangka mengamankan para penduduk Saudi dan juga para visitor dan juga para jemaah umrah," imbuhnya.
Faisal menegaskan, Arab Saudi mempunyai kewenangan berasas norma internasional untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayahnya, serta melindungi penduduk negara maupun ekspatriat nan tinggal di negara tersebut.
"Tentu kita sekali lagi bahwa Kerajaan Arab Saudi mengedepankan perdamaian, namun milisi Houthi ini lebih mengedepankan eskalasi militer daripada perdamaian itu sendiri," pungkas Faisal.
(ond/dek)
16 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·