Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap misinya nan mau memimpin Indonesia sebagai 'tetangga nan baik' alias the good neighbor atau the good neighbor policy dalam pergaulan internasional di kawasan.
Ia mengatakan kemauan ini sudah ada sejak dia belum menjadi Presiden RI periode 2024-2029.
"Saya ingin, menjadi the good neighbor, good neighbor policy dari sejak awal, apalagi sebelum saya resmi dilantik sebagai presiden, saya tetap jadi Menteri Pertahanan dalam kabinet nan dipimpin Presiden Jokowi [Presiden ketujuh RI Joko Widodo pada periode 2019-2024]," ucap Prabowo dalam SKP nan juga disiarkan secara langsung saluran Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya keliling, saya mau kerjasama dengan mereka, apa nan mereka minta sebagian besar saya ikuti, dan itu kita udahan pegang teguh," sambungnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan tidak mau mengikuti blok manapun alias mengikuti pakta militer manapun.
"Sesuai undang-undang, kita anti imperialisme kita anti penjajahan," ujarnya.
Tak hanya politik luar negeri, Prabowo sebut dalam politik salam negeri juga dia selalu mengutamakan kepentingan nasional.
"Saya utamakan kepentingan nasional daripada kepentingan kelompok, lantaran itu saya berupaya untuk merangkul semua kekuatan," imbuhnya.
Hari ini, Prabowo menggelar Sidang Kabinet Paripurna untuk dua tahun pemerintahannya berbareng Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Rapat itu dihadiri seluruh jejeran Kabinet Merah Putih nan dipimpinnya.
Dalam pembukaan sidang kabinet paripurna 2 tahun pemerintahannya, Prabowo menyinggung soal posisi Indonesia dalam menghadapi kekuatan asing. Menurut Prabowo ada kecenderungan nan belum dihilangkan memandang prestasi luar negeri lebih bagus daripada nasional.
"Mungkin lantaran kita terlalu lama dijajah, sering kita tidak bangga dengan prestasi kita sendiri, apalagi lebih hormat ke prestasi asing daripada prestasi kita sendiri," kata Prabowo dalam SKP nan juga disiarkan secara langsung saluran Youtube Sekretariat Presiden.
Menurut Prabowo selama dua tahun jadi Presiden RI, dia dan kabinetnya bisa menunjukkan kerja dengan hasil nyata meskipun 'diserang' pihak asing nan takut Indonesia bangkit.
"Saya bangga jadi presidenmu, lantaran dalam dua tahun kita telah kerja dengan hasil nan nyata. Saudara-saudara, kita diserang, bangsa Indonesia selalu bangkit jika diserang dengan keras, lantaran Bangsa Indonesia sesungguhnya sangat tidak berkenan berdirinya Bangsa Indonesia bagi bangsa-bangsa tertentu di bumi ini," tutur Prabowo.
"Dari sejak kita [negara Indonesia] lahir, kita diganggu, lantaran Indonesia ini sangat kaya," sambungnya.
Dia lampau menyampaikan apresiasi terhadap jejeran kabinetnya selama pemerintahan selama dua tahun terakhir.
"Saudara-saudara, inti dari rapat paripurna ini adalah sesungguhnya saya mau sampaikan terima kasih dan penghargaan saya ke seluruh jejeran Kabinet Merah Putih," ujar Prabowo nan berbusana safari putih dan mengenakan peci dalam SKP tersebut.
"Saya sebagai pemimpin saudara-saudara, saya sebagai nan diberi mandat oleh rakyat, saya merasa bahwa saudara-saudara sebagai pembantu-pembantu inti saya jalankan tugas untuk bangsa dan rakyat. Saya merasa bahwa saudara-saudara telah bekerja dengan sangat keras," sambung Prabowo.
Atas dasar itu, Prabowo memuji keahlian para anak buahnya tersebut.
"Saudara-saudara telah beri apa nan kerabat bisa beri dengan semangat bahwa saudara-saudara telah hasilkan keahlian nan menurut penilaian saya cukup membanggakan," katanya.
Sidang Kabinet Paripurna pada hari ini digelar satu hari setelah dua tahun melangkah pemerintahan Prabowo-Gibran.
Tercatat, Prabowo terakhir kali menggelar SKP pada 20 Juli 2026 lalu, dan digelar lagi pada hari ini.
(knf/mnf/kid)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·