Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Menag: Momentum Penguatan Santri dalam Pembangunan Bangsa

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

 Momentum Penguatan Santri dalam Pembangunan Bangsa

Menteri Agama Nasaruddin Umar/Okezone

JAKARTA - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, kualitas pendidikan, dan kontribusi pesantren dalam pembangunan bangsa.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan usulan nan telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.

“Persetujuan Presiden Prabowo Subianto, support DPR, serta penganggaran melalui Kementerian Keuangan menjadi bagian krusial dari proses pembentukan direktorat jenderal tersebut,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, penguatan kelembagaan pesantren merupakan corak pengakuan terhadap kontribusi pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia, apalagi sebelum kemerdekaan.

“Pesantren tidak hanya berkedudukan dalam pendidikan agama, tetapi juga membangun kohesi sosial, menumbuhkan identitas kebangsaan, dan membentuk karakter masyarakat,” ujarnya.

“Jangan hanya kita diantar ke pintu kemerdekaan, tapi setelah merdeka, pesantren nan berkeringat berdarah-darah ini malah justru dihilangkan,”lanjut Nasaruddin.

Pesantren kata dia, mempunyai peran krusial dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam perihal kemandirian, kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.  Dia juga menepis dugaan bahwa pendidikan pesantren hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan kepercayaan dan kitab kuning.

“Pesantren dan madrasah sekarang berkembang menjadi lembaga pendidikan nan bisa mencetak lulusan berprestasi dalam beragam bidang, termasuk sains, teknologi, robotika, olahraga, dan seni,” ujarnya.

Nasaruddin mencontohkan sejumlah madrasah unggulan nan bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik di Indonesia. Bahkan, lulusannya memperoleh danasiwa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di luar negeri.

“Image pondok pesantren itu hanya bisa baca kitab kuning itu sudah tidak seperti itu lagi sekarang. Bahkan, dari pondok pesantren lahir anak-anak nan mahir dalam bagian robotik dan banyak santri nan ke luar negeri dengan beasiswa,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑