Dua Penyebab Sulitnya Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Proses identifikasi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur tetap menghadapi sejumlah kendala. RS Polri Kramat Jati kudu bekerja ekstra lantaran tidak semua info korban dapat langsung dikenali.

Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono mengungkapkan, halangan utama muncul saat pemeriksaan awal menggunakan perangkat identifikasi biometrik Mobile Automated Multi-Biometric Identification System (MAMBIS). Alat portabel nan biasa digunakan tim Inafis Polri itu, dalam beberapa kasus, tidak bisa langsung memunculkan identitas korban.

“Pada saat kita cek menggunakan MAMBIS, identitasnya tidak langsung keluar. Ini menjadi salah satu hambatan nan tetap kami dalami,” ujar Prima dalam konvensi pers, Selasa (28/4/2026).

Tak hanya aspek teknologi, kondisi bentuk jenazah juga turut memengaruhi proses identifikasi. Meski sebagian besar korban ditemukan dalam kondisi relatif utuh, beberapa di antaranya mengalami kerusakan pada bagian kepala, sehingga menyulitkan pengenalan wajah.

“Kami menemukan ada beberapa jenazah dengan kerusakan di bagian kepala, sehingga identifikasi wajah menjadi tidak maksimal,” jelasnya.

Untuk mengatasi perihal tersebut, tim Disaster Victim Identification (DVI) mengombinasikan beragam metode lain, mulai dari pemeriksaan sidik jari, rekam medis gigi, hingga uji DNA guna memastikan identitas korban secara akurat.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita