Dua Kaki Anggota Dewan Diamputasi Usai Ditabrak Mobil

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota majelis Australia Helen Haines kehilangan kedua kakinya setelah ditabrak mobil dalam kejadian nan disebut polisi sebagai serangan disengaja. Haines sekarang dirawat di rumah sakit di Melbourne dalam kondisi stabil.

Suami Haines, Phil, mengatakan tim bedah terpaksa mengamputasi kedua kaki istrinya setelah kejadian pada Senin di dekat instansi Haines di Wangaratta, sekitar 200 kilometer dari Melbourne.

"Kabar baiknya adalah Helen tetap hidup dan kondisinya stabil. Itu adalah perihal terpenting bagi family kami," ujarnya kepada wartawan, Rabu (21/10/2026), seperti dikutip AFP.

"Dia mempunyai hati nan sangat besar. Dia adalah pribadi nan penuh kasih perhatian, dan penuh kasih sayang," ujar Phil menambahkan, family tetap berfokus pada kondisi Haines dan kepribadiannya.

Anggota majelis Australia Helen Haines. (Facebook/helenhainesindi)Anggota majelis Australia Helen Haines. (Facebook/helenhainesindi) Foto: Anggota majelis Australia Helen Haines. (Facebook/helenhainesindi)

Polisi sendiri telah mendakwa Brendan Nugent, 43 tahun, mengenai kejadian tersebut. Tuduhannya meliputi mengemudi secara rawan hingga menyebabkan cedera serius, dengan sengaja menimbulkan cedera serius, serta melukai pejabat publik.

Dakwaan terakhir merupakan tindak pidana federal nan dapat diancam balasan maksimal 10 tahun penjara. Nugent juga menghadapi dakwaan mengenai penanaman dan kepemilikan ganja.

Ia datang di pengadilan Wangaratta pada Rabu dan tidak mengusulkan permohonan jaminan. Sidang berikutnya dijadwalkan pada 4 Februari.

Motif serangan tetap diselidiki. Komisaris Kepolisian Victoria Mike Bush mengatakan interogator sedang memeriksa beragam kemungkinan, termasuk dugaan bahwa tersangka mempunyai pandangan radikal nan menentang pemerintah.

"Kami sedang memeriksa jejaring media sosial, serta mewawancarai para saksi, teman, dan rekan kerja," kata Bush menegaskan, polisi tidak mempunyai info intelijen sebelumnya nan menunjukkan bahwa Nugent merupakan ancaman langsung.

Komisaris Kepolisian Federal Australia Krissy Barrett turut menyoroti peningkatan ancaman terhadap pejabat publik. Kasus ini memicu kekhawatiran di Australia, tempat kekerasan politik relatif jarang terjadi, tetapi ancaman terhadap pejabat terpilih dilaporkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn menyerukan agar masyarakat kembali mengedepankan kesantunan dalam perbedaan politik. Sementara itu, Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa bumi semakin rawan dan terpecah. 

Haines, 65 tahun, merupakan personil majelis independen nan mulai menjabat pada 2019 setelah berkarier sebagai perawat dan bidan. Ia dikenal mendorong transparansi politik, pemberantasan korupsi, serta kebijakan nan lebih tegas dalam menangani perubahan iklim.

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑