Grafik Gempa Susulan Pasca Gempa Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur(Dok.BMKG)
DUA gempa bumi dangkal mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur(NTT) dalam selang waktu sekitar 21 menit, Kamis (3/9) pagi. Laporan BMKG Stasiun Geofisika Kupang menyebut kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Gempa pertama terjadi pukul 10.24.55 Wita dengan magnitudo 4,2 dan kedalaman 6 kilometer. Episenternya berada di laut, sekitar 56 kilometer utara Ruteng, Manggarai, pada koordinat 8,12° LS dan 120,58° BT. Guncangan gempa dirasakan di Manggarai dengan intensitas III MMI.
Sekitar 21 menit kemudian, tepatnya pukul 10.45.22 Wita, gempa kembali terjadi dengan magnitudo 4,5 dan kedalaman 8 kilometer. Episenternya berada di laut, sekitar 39 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada koordinat 8,42° LS dan 121,55° BT. Gempa kedua juga tercatat dirasakan dengan intensitas III MMI di Manggarai.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan kedua gempa tersebut merupakan gempa dangkal nan berangkaian dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Gempa pertama mempunyai sistem pergerakan naik (thrust), sedangkan gempa kedua mempunyai sistem geser naik (oblique thrust).
“Kedua gempa ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi magnitudo 7,7 nan terjadi di Flores pada 15 Agustus 2026,” kata Arief.
Gempa Susulan
Arief mengatakan aktivitas kegempaan di Flores tetap terus dipantau BMKG. Hingga Kamis (3/9) pukul 11.00 Wita, BMKG telah mencatat 11.704 aktivitas gempa bumi susulan sejak gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2.
Arief minta, masyarakat tidak perlu panik terhadap gempa nan kembali terjadi, tetapi tetap kudu waspada dan mengikuti info resmi BMKG, serta menghindari gedung nan telah mengalami keretakan alias kerusakan akibat gempa. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·