Drone kamikaze Iran(IISP)
KEMENTERIAN Luar Negeri Bahrain mengecam keras serangan pesawat nirawak (drone) Iran ke wilayah kerajaan itu pada Sabtu (27/6) awal hari.
"Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman keras Bahrain atas serangan ke wilayahnya pada Sabtu (27/6), awal hari dengan menggunakan beberapa pesawat nirawak Iran," kata kementerian itu dalam pernyataannya seperti dikutip instansi buletin resmi BNA.
Kemlu Bahrain menyatakan Iran bertanggung jawab atas "pelemahan terhadap inisiatif perdamaian" melalui serangan tersebut. Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Jumat mengonfirmasi serangan terhadap Iran sebagai tanggapan atas dugaan serangan terhadap sebuah kapal jual beli di Selat Hormuz sehari sebelumnya. Setelah itu, militer Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran nan menimbulkan kerusakan dan menewaskan penduduk sipil. Iran dan AS kemudian menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara elektronik pada 18 Juni untuk menghentikan bentrok militer tersebut.
MoU itu memberikan waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk merundingkan kesepakatan final mengenai program nuklir Iran dan pencabutan hukuman AS. Dokumen tersebut juga mengatur pencabutan blokade maritim AS terhadap Iran serta pemulihan pelayaran melalui Selat Hormuz. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·