DPRD Minta Pengawasan di Tanah Abang Diperkuat Agar Pemalakan Tak Terulang

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Jakarta -

Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Mujiyono mengapresiasi polisi nan telah menangkap pelaku pemalakan pengemudi bajaj di Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus). Namun, dia tidak mau tindakan pemalakan terus berulang.

"Penangkapan pelaku tentu patut diapresiasi. Tapi jangan sampai persoalan dianggap selesai hanya lantaran pelakunya sudah diamankan. nan lebih krusial adalah memastikan kejadian seperti ini tidak terus berulang," kata Mujiyono kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus Partai Demokrat (PD) ini memandang tindakan premanisme kerap terjadi di kota besar terutama di tempat dengan perputaran duit nan besar seperti Tanah Abang. Menurutnya, kondisi itu membikin banyak oknum nan memanfaatkan situasi dan mencari keuntungan.

"Kasus pemalakan di Tanah Abang ini menunjukkan tetap ada persoalan mendasar dalam tata kelola ruang kota. Dalam banyak kota besar, premanisme biasanya muncul di ruang-ruang nan aktivitasnya tinggi, perputaran uangnya besar, tetapi pengawasannya lemah. Ketika negara tidak datang secara konsisten, ruang kosong itu sering diisi oleh oknum nan memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan," ujarnya.

Menurutnya, banyak titik parkir di Tanah Abang nan disalahgunakan. Dia mengatakan kurangnya pengawasan pemerintah wilayah membikin praktik premanisme terus berulang.

"Tanah Abang adalah area dengan mobilitas tinggi, arus kendaraan padat, aktivitas perdagangan besar dan banyak titik parkir maupun titik mangkal nan rawan disalahgunakan. Kalau ruang seperti ini dibiarkan tanpa pengawasan rutin, tanpa penataan nan jelas, dan tanpa kehadiran abdi negara nan konsisten, maka praktik pungli dan premanisme bakal terus berulang," ucapnya.

Dia mendorong Pemprov DKI Jakarta melakukan pertimbangan serius untuk mengatasi persoalan premanisme ini. Dia menyebut pengawasan kudu dijadikan sebagai bagian dari sistem bukan aktivitas musiman.

"Karena itu, Pemprov DKI kudu menjadikan kasus ini sebagai pertimbangan serius. Pengawasan jangan hanya ramai saat kejadian viral. Pengawasan kudu menjadi sistem, bukan hanya aktivitas musiman. Dishub, Satpol PP, lurah, camat, dan abdi negara keamanan kudu rutin turun ke lapangan, terutama di titik parkir, titik mangkal, dan jalur-jalur nan rawan pungli," jelasnya.

Mujiyono meminta setiap unsur berkoordinasi dengan baik, termasuk mengoptimalkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

"Selain itu, kita kan punya FKDM, peran FKDM juga kudu dioptimalkan untuk mendeteksi potensi gangguan ketertiban sejak dini. Koordinasi dengan Forkopimda, khususnya Polda Metro Jaya, perlu diperkuat dari level kelurahan sampai provinsi agar pencegahan bisa lebih sigap dan efektif," lanjutnya.

Dorong Penataan Parkir

Dia menilai parkir di Tanah Abang juga perlu ditata dan ditertibkan agar premanisme berkurang. Dia menyinggung Jakarta sebagai kota dunia kudu bisa menjaga ruang publik tetap kondusif dan tertib.

"Penataan parkir dan titik naik-turun penumpang juga sudah saatnya dibenahi lebih tertib dan transparan. Sistem parkir resmi, pengawasan CCTV, dan kanal pengaduan sigap kudu betul-betul melangkah agar tidak ada ruang bagi pungli maupun premanisme. Komisi A DPRD DKI bakal mendorong pertimbangan lintas lembaga agar ada langkah pencegahan nan jelas dan berkelanjutan," ujarnya.

"Jakarta tidak boleh kalah oleh preman jalanan jika kita sungguh mau menjadikan Jakarta sebagai kota global. Ruang publik kudu aman, tertib, dan penduduk nan mencari nafkah kudu merasa dilindungi," imbuhnya.

Pemalak Sopir Bajaj Ditangkap

Polisi bergerak sigap menindaklanjuti video viral tindakan pemalakan terhadap pengemudi bajaj di area Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pelaku berinisial DP (27) ditangkap oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

"Pelaku sudah kami amankan," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung dalam keterangannya, kepada wartawan, Senin (13/4).

Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang merespons sigap video viral dengan mengecek langsung ke letak kejadian untuk mencari info mengenai si pelaku. Dari hasil penyelidikan, polisi sukses mengidentifikasi pelaku dan mengamankannya di rumah kontrakannya.

Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pelaku juga telah dites urine dan hasilnya negatif narkoba.

Reynold menegaskan pihaknya tidak bakal mentolerir segala corak tindakan premanisme di wilayah hukumnya. Pelaku premanisme bakal ditindak tegas.

"Kami pastikan setiap tindakan nan meresahkan masyarakat, sekecil apa pun, bakal kami tindak tegas sesuai norma nan berlaku," imbuhnya.

Aksi pemalakan itu terjadi pada Minggu, 12 April 2021, sekitar pukul 16.00 WIB di area Pasar Blok A Tanah Abang, Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang. Dalam kejadian itu, korban mengalami kerugian berupa duit tunai sebesar Rp 2.000.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap tindakan nan meresahkan melalui jasa 110.

"Masyarakat jangan ragu melapor agar dapat segera kami tindak lanjuti," kata Budi Hermanto.

(dek/jbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News