DPRD Kota Bandung Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Gratis

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

DPRD Kota Bandung terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan cuma-cuma nan berbobot dan berkeadilan. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung Iman Lestariyono, Rabu (10/6) dalam Loka Karya Mini Bidang Kesehatan di Gedebage, Bandung, Jawa Barat.

Dalam keterangan tertulis DPRD, Iman mengatakan pelayanan kesehatan merupakan kewenangan dasar setiap penduduk negara nan kudu dipenuhi secara merata, berkualitas, dan berkeadilan.

Menurutnya DPRD berkomitmen bakal terus mengawal kebijakan dan program nan memperkuat akses masyarakat terhadap jasa kesehatan, termasuk melalui support terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan cuma-cuma nan bermutu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iman mengatakan kesehatan tidak hanya dipandang sebagai urusan pelayanan medis semata, melainkan sebagai investasi krusial dalam pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Amanat konstitusi telah menegaskan bahwa setiap penduduk negara berkuasa memperoleh pelayanan kesehatan nan layak, sementara negara bertanggung jawab menyediakan akomodasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Kami memandang bahwa pelayanan kesehatan cuma-cuma bukan berfaedah pelayanan nan seadanya. nan kudu diwujudkan adalah pelayanan nan mudah diakses, cepat, bermutu, ramah kepada masyarakat, transparan, dan berkepanjangan sehingga tidak ada penduduk nan tersendat memperoleh jasa kesehatan hanya lantaran aspek ekonomi," kata Iman.

Kota Bandung saat ini, kata Iman, menghadapi beragam tantangan pelayanan kesehatan perkotaan, mulai dari pertumbuhan masyarakat nan tinggi, mobilitas masyarakat nan semakin kompleks, meningkatnya penyakit menular maupun tidak menular, stunting, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lansia, kesehatan jiwa, hingga kesenjangan akses pelayanan kesehatan.

Khusus di area Gedebage sebagai wilayah pengembangan strategis Kota Bandung, Iman memandang perlu penguatan sarana dan prasarana kesehatan seiring dengan pertumbuhan area permukiman dan meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Bandung menurutnya perlu melakukan penguatan jasa promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif melalui edukasi kesehatan keluarga, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), imunisasi, skrining penyakit, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga penguatan pelayanan di puskesmas, klinik, dan rumah sakit.

Iman menambahkan, Puskesmas mempunyai peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan sekaligus pusat edukasi masyarakat dan penemuan awal penyakit. Di sisi lain, kecamatan dan kelurahan juga mempunyai kegunaan krusial dalam mengintegrasikan info sosial dan kesehatan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan.

"Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan kerja pemerintah saja. Namun diperlukan adanya kerjasama dan sinergitas antara DPRD, Pemerintah Kota Bandung, tenaga kesehatan, kecamatan dan kelurahan, kader Posyandu, PKK, tokoh masyarakat, hingga seluruh penduduk untuk bersama-sama mewujudkan pelayanan kesehatan nan berkualitas," katanya.

Selain itu, sebagai bagian dari kegunaan legislasi, penganggaran, dan pengawasan, Komisi IV DPRD Kota Bandung berkomitmen mengawal kecukupan anggaran kesehatan, mendorong izin nan berpihak kepada masyarakat, serta memastikan seluruh program pelayanan kesehatan melangkah secara efektif dan tepat sasaran.

Upaya tersebut diwujudkan dengan terus mendorong penguatan kapabilitas puskesmas, pemenuhan sumber daya manusia kesehatan, penyediaan akomodasi nan memadai, ekspansi akses bagi golongan rentan seperti masyarakat miskin, lansia, dan penyandang disabilitas, serta percepatan digitalisasi dan integrasi info kesehatan guna menghadirkan pelayanan nan sigap dan akurat.

(tim/sur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional