Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi V DPR RI memanggil Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi hingga Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin untuk mengurai penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur nan menewaskan 16 orang dan melukai puluhan penumpang. DPR menilai tragedi tersebut menjadi sirine serius bagi keselamatan transportasi perkeretaapian nasional.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mengatakan, rapat digelar unik untuk membahas rangkaian kejadian nan berujung pada kecelakaan maut di Bekasi Timur beberapa waktu lalu. DPR meminta penjelasan langsung dari pemerintah, PT KAI, Korlantas Polri hingga KNKT mengenai penyebab dan penanganan kecelakaan tersebut.
"Kejadian di Bekasi Timur beberapa waktu lampau itu nan bakal kita urai pada siang hari ini. Kami mau mendapat penjelasan dari pemerintah, dari Menteri Perhubungan, kelak jika dipandang perlu kita bakal minta juga tanggapan dari Dirut PT KAI untuk menyampaikan beberapa perihal nan dipandang perlu," kata Lasarus dalam rapat Komisi V DPR RI berbareng pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Foto: KNKT turut bersungkawa cita atas kejadian tabrakan antara KA Bromo Anggrek dan KRL TM 6024 di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. (KNKT)
Ia menjelaskan, kecelakaan bermulai ketika sebuah mobil mogok di perlintasan sebidang JPL 85 nan tidak dijaga lampau tertabrak KRL 5181 relasi Bekasi-Cikarang. Insiden itu kemudian bersambung hingga terjadi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan gerbong belakang KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang.
"Kejadian ini merupakan rentetan nan diawali tertabraknya mobil nan mogok di perlintasan sebidang JPL 85 nan tidak terjaga, oleh KRL 5181 relasi Bekasi-Cikarang," ujarnya.
"Peristiwa ini menewaskan 16 orang dan puluhan lain luka-luka. Kejadian itulah nan mengundang kita rapat pada hari ini," lanjut dia.
Menurut Lasarus, tragedi tersebut menambah panjang daftar kecelakaan kereta api di Indonesia nan terus berulang dari masa ke masa. Karena itu, Komisi V DPR RI kembali menekankan aspek keselamatan dan keamanan kudu menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi publik.
"Komisi V DPR RI selalu menekankan bahwa keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan adalah aspek absolut dalam semua penyelenggara moda transportasi," tegasnya.
Selain meminta penjelasan dari Kementerian Perhubungan dan PT KAI, Komisi V DPR RI juga menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai penyebab kecelakaan di Bekasi Timur tersebut.
"Yang terpenting juga, apa hasil dari KNKT mengenai dengan hasil investigasi dari kecelakaan ini," ucap Lasarus.
(wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·