DPR Dukung Penguatan Kepemudaan dan Olahraga dalam RKA Kemenpora 2027

Sedang Trending 18 jam yang lalu
DPR Dukung Penguatan Kepemudaan dan Olahraga dalam RKA Kemenpora 2027 Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies(Dok Istimewa )

ANGGOTA Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies mendukung penguatan program kepemudaan dan olahraga nan dirancang Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam RKA Tahun Anggaran 2027. Hal tersebut disampaikan Adela dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI berbareng Kemenpora pada Senin (31/8).

Adela memberikan perhatian unik terhadap peningkatan anggaran kepemudaan nan diusulkan dan mengalami peningkatan signifikan dari pagu 2026. Menurutnya, peningkatan tersebut patut diapresiasi, terlebih terdapat rangkaian program menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028.

“Kita tentu mendukung penguatan anggaran kepemudaan. nan penting, anggaran ini kudu memberikan akibat nyata bagi pemuda di seluruh Indonesia, bukan hanya terpusat pada aktivitas tertentu, alias terfokus pada aktivitas seremonial” ucap Adela dikutip dari siaran pers nan diterima, Kamis (4/9).

Adela menegaskan, Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar mendukung komitmen Kemenpora dalam meningkatkan kualitas pemuda dan prestasi olahraga Indonesia. Dukungan tersebut, perlu disertai dengan akuntabilitas, pemerataan, transparansi, dan kebermanfaatan.    

“Harapan kita, RKA Kemenpora 2027 betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat, pemuda, dan atlet. Ukuran keberhasilan anggaran bukan hanya pada besarnya alokasi, tetapi pada seberapa besar faedah nan dirasakan masyarakat,” sebut Adela.

Lebih lanjut, Adela juga mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjadikan momentum 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 sebagai injakan untuk membangun program kepemudaan nan berkelanjutan.

Menurut Adela, persiapan menuju satu abad Sumpah Pemuda tidak boleh berakhir pada aktivitas seremonial. Momentum tersebut kudu dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas generasi muda sekaligus meninggalkan program nan mempunyai akibat jangka panjang. Adela menilai momentum 100 Tahun Sumpah Pemuda mempunyai makna strategis bagi pembangunan generasi muda Indonesia.

“Karena itu, beragam program nan disiapkan Kemenpora menjelang 2028 kudu mempunyai tujuan nan lebih besar daripada sekadar menyelenggarakan rangkaian aktivitas peringatan. Jangan sampai momentum 100 Tahun Sumpah Pemuda hanya menjadi aktivitas seremonial. Harus ada legacy nan dirasakan oleh generasi muda,” papar Adela.

Adela meminta Kemenpora memastikan program nan dirancang tidak hanya dinikmati pemuda di pusat, tetapi menjangkau beragam wilayah dengan karakter dan tantangan nan berbeda. Pemuda nan berada di wilayah kepulauan, wilayah dengan keterbatasan fasilitas, maupun area nan belum mendapatkan akses program secara optimal, menurutnya, tidak boleh tertinggal. Karena itu, pemerintah perlu mempunyai peta program nan jelas mengenai jumlah penerima faedah dan persebarannya.

“Harus jelas berapa penerima manfaatnya, tersebar di wilayah mana saja, gimana kualitas programnya, dan apa hasil nan mereka dapatkan,” pungkas Adela. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia