
Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri
JAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menegakan keterbatasan rantai dingin dapat berakibat langsung terhadap pendapatan nelayan lantaran kualitas ikan nan menurun bakal diikuti penurunan nilai jual. Selain aspek ekonomi, mutu produk juga berangkaian dengan keamanan pangan dan keahlian Indonesia memenuhi persyaratan pasar ekspor.
Infrastruktur pendinginan dan penyimpanan bersuhu mendukung keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), mengingat ikan dan produk hasil laut merupakan komoditas nan mudah mengalami penurunan mutu.
"Kalau kualitas alias mutu ikan dan seafood sudah menurun, bukan hanya berakibat ekonomi, ialah nilai jualnya rendah alias apalagi tidak laku. Ada juga akibat terhadap kesehatan dan rendahnya nilai ekspor kita," ujar Rokhmin, Selasa (8/9/2026).
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini menyebut, produksi perikanan Indonesia mencapai sekitar 15 juta ton per tahun nan berasal dari perikanan tangkap dan budidaya.
Namun, menurutnya, pemanfaatan sistem rantai dingin tetap terbatas, ialah kurang dari 12 persen dari total produksi. Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan nan perlu diatasi agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen perikanan besar.
“Tetapi juga bisa meningkatkan nilai tambah dan posisi dalam perdagangan produk perikanan dunia,” ujarnya.
Menurut Rokhmin, penguatan rantai dingin perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari kapal alias letak produksi, tempat pendaratan dan pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, pengedaran hingga produk sampai ke konsumen.
Dia mendorong penggunaan teknologi nan lebih efisien dan rendah emisi, termasuk pemanfaatan daya surya.
"Teknologi nan semakin canggih, terutama mengenai teknologi low carbon alias zero carbon, kudu kita manfaatkan. Indonesia ini gudangnya sumber daya matahari," katanya.
Pemanfaatan daya terbarukan tersebut, lanjut Rokhmin, dapat diterapkan secara berjenjang pada kapal perikanan, cold storage, refrigerator maupun cool box.
Dia melanjutkan, pendapat penggunaan daya surya di sektor perikanan telah mulai diinisiasi sejak dirinya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, antara lain melalui kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
“Pengembangan teknologi tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi operasional di sentra-sentra perikanan,”ujarnya.
40 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·