DPP GAN Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Kritis Pengawasan Ekonomi Nasional

Sedang Trending 3 hari yang lalu
DPP GAN Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Kritis Pengawasan Ekonomi Nasional Ilustrasi(Dok An)

KETUA Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garuda Astacita Nusantara, Muhammad Burhanuddin, meletakkan angan besar terhadap lahirnya aktivitas kebangsaan nan bisa memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia melalui kerjasama antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat sipil.

Menurutnya, beragam tantangan pembangunan nan dihadapi bangsa saat ini, terutama nan berangkaian dengan pengelolaan sumber daya alam dan pengedaran faedah ekonomi, memerlukan keterlibatan aktif seluruh komponen bangsa untuk memastikan bahwa kekayaan Indonesia betul-betul dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Burhanuddin menilai bahwa semangat perlawanan terhadap praktik-praktik ekonomi nan merugikan kepentingan publik kudu dipahami sebagai upaya memperkuat tata kelola negara nan berkeadilan.

Dalam pandangannya, sektor-sektor strategis seperti pertambangan, energi, dan perkebunan mempunyai peran krusial dalam menopang pembangunan nasional sehingga pengelolaannya kudu dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

“Indonesia mempunyai sumber daya alam nan sangat besar. Tantangannya bukan pada kesiapan sumber daya tersebut, melainkan gimana memastikan pengelolaannya memberikan faedah nan sebesar-besarnya bagi rakyat. Karena itu, penguatan tata kelola, pengawasan publik, dan keberanian melakukan perbaikan menjadi sangat penting,” ujar Burhanuddin dikutip dsri siaran pers nan diterima, Senin (15/6).

Menurutnya, mahasiswa mempunyai posisi strategis dalam proses tersebut. Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa mahasiswa selalu menjadi bagian krusial dalam perjalanan bangsa, mulai dari perjuangan kemerdekaan, aktivitas reformasi, hingga beragam upaya penguatan kerakyatan dan pengawasan kebijakan publik.

Karena itu, dia berambisi generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi juga menjadi mitra kritis nan bisa memberikan gagasan, masukan, dan pengawasan terhadap beragam kebijakan nan dijalankan pemerintah. Burhanuddin menegaskan bahwa sikap kritis mahasiswa kudu diarahkan pada upaya membangun bangsa, bukan sekadar memperkuat polarisasi politik. Baginya, kritik nan konstruktif merupakan bagian krusial dari kerakyatan nan sehat. Mahasiswa dapat berkedudukan sebagai penjaga nilai-nilai keadilan sosial, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya nasional.

Dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Burhanuddin berambisi beragam agenda pembangunan nan menekankan kedaulatan nasional, ketahanan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan melalui kebijakan nan konkret dan berkelanjutan.

Ia menilai bahwa upaya memperbaiki tata kelola sektor pertambangan, energi, dan perkebunan kudu menjadi bagian dari strategi besar untuk mengurangi ketimpangan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan dunia nan semakin kompleks.

“Kita memerlukan pembangunan nan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keadilan. Kekayaan alam Indonesia kudu menjadi sumber kesejahteraan bagi rakyat, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan memperkuat kemandirian bangsa,” katanya.

Lebih jauh, Burhanuddin menekankan pentingnya penegakan norma nan setara dan konsisten terhadap beragam praktik nan merugikan negara. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap pemerintah bakal semakin kuat andaikan masyarakat memandang adanya keberanian dalam menindak pelanggaran tanpa membedakan latar belakang ekonomi, politik, maupun kekuasaan.

Bagi DPP Garuda Astacita Nusantara, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh keahlian seluruh komponen bangsa untuk bekerja berbareng dalam mewujudkan cita-cita keadilan sosial dan kemakmuran bersama. Karena itu, Burhanuddin membujuk mahasiswa, pemuda, akademisi, dan masyarakat luas untuk terus mengawal pembangunan nasional dengan semangat kritis, partisipatif, dan konstruktif.

“Indonesia nan berdaulat, adil, dan makmur tidak lahir dari kerja satu golongan saja. Ia lahir dari gotong royong seluruh anak bangsa nan mempunyai komitmen nan sama untuk menjaga kepentingan rakyat dan masa depan Indonesia,” pungkas Burhanuddin.

Burhanuddin menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia nan berdaulat, adil, dan makmur tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah semata.

"Dibutuhkan sinergi dan gotong royong seluruh komponen bangsa, mulai dari mahasiswa, pemuda, akademisi, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama mengawal pembangunan nasional agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat,” terangnya.

Karena itu, dirinya membujuk seluruh masyarakat Indonesia untuk membersamai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Dengan persatuan, kolaborasi, dan partisipasi aktif seluruh anak bangsa, diharapkan Indonesia bisa menjadi negara nan semakin maju, berdaulat, berkeadilan, dan sejahtera, sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” tandasnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia