Dosen Polinela mendampingi KWT Sedap Malam meningkatkan kualitas dan daya saing nugget MOCAF daun kelor melalui penguatan produksi, keuangan, dan pemasaran.(Politeknik Negeri Lampung)
TIM pengajar Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sedap Malam, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung melalui program berjudul "Pendampingan Manajemen Produksi, Biaya, dan Pemasaran Produk Pangan Fungsional Nugget Tepung Mocaf Daun Kelor."
Kegiatan ini diketuai oleh Ratu Chaterine Fajri, S.A.B., M.Si. dengan personil Maulina Agustin, S.A.B., M.A.B. dan Winda Kartika, S.A.B., M.A.B.. Pelaksanaan aktivitas turut melibatkan mahasiswa Polinela nan berkedudukan aktif dalam pendampingan, praktik produksi, dokumentasi, serta membantu penerapan program berbareng personil KWT Sedap Malam.
Program pengabdian ini bermaksud meningkatkan kapabilitas personil KWT Sedap Malam dalam mengembangkan upaya pangan fungsional berbasis bahan baku lokal, ialah nugget tepung Modified Cassava Flour (MOCAF) dan daun kelor. Pendampingan difokuskan pada penguatan manajemen produksi, pengelolaan biaya usaha, serta strategi pemasaran agar produk mempunyai kualitas dan daya saing nan lebih baik.
Pada aspek produksi, tim memberikan training penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) nan mencakup proses pengolahan, pengemasan, serta penerapan higiene dan sanitasi pangan. Sebagai bagian dari pendampingan, tim berbareng personil KWT sukses menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi sebagai pedoman dalam proses pengolahan nugget tepung Mocaf daun kelor. SOP tersebut mengatur tahapan produksi mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, pengemasan, hingga penerapan sanitasi dan higiene pangan sehingga diharapkan bisa menghasilkan produk nan lebih konsisten, aman, dan berkualitas.
Untuk mendukung penerapan SOP tersebut, tim pengabdian juga menyerahkan peralatan pendukung higiene berupa apron, masker, sarung tangan, dan hairnet sehingga personil KWT dapat menerapkan praktik produksi pangan nan baik secara berkelanjutan.
Dalam penguatan aspek pemasaran, Maulina Agustin, S.A.B., M.A.B. menjelaskan bahwa kualitas produk perlu didukung dengan strategi pemasaran nan tepat agar bisa bersaing di pasar. Pendampingan dilakukan melalui perbaikan kreasi bungkusan dan pelabelan produk dengan mencantumkan info nan lebih lengkap, seperti nama produk, komposisi, berat bersih, serta identitas produsen. Selain itu, personil KWT juga dikenalkan pada pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi untuk memperluas jangkauan pemasaran produk nugget tepung Mocaf daun kelor.
Sementara itu, Winda Kartika, S.A.B., M.A.B. memberikan pendampingan mengenai pengelolaan finansial upaya melalui penyusunan kalkulasi Harga Pokok Produksi (HPP) nan lebih komprehensif dengan memasukkan seluruh komponen biaya produksi. Anggota KWT juga diberikan training penggunaan format pencatatan finansial sederhana nan meliputi pencatatan biaya produksi, jumlah produksi, omzet penjualan, serta perkiraan keuntungan. Pendampingan ini diharapkan bisa membantu personil golongan menentukan nilai jual secara lebih tepat sekaligus melakukan pertimbangan upaya secara berkelanjutan.
Melalui rangkaian aktivitas tersebut, KWT Sedap Malam sekarang mempunyai arsip SOP produksi, format kalkulasi HPP, format pencatatan finansial sederhana, serta bungkusan dan label produk nan lebih informatif sebagai langkah awal dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan upaya dan daya saing produk pangan fungsional berbasis bahan baku lokal.
Ketua KWT Sedap Malam, Ibu Suyatmi, menyampaikan apresiasi atas aktivitas pendampingan nan diberikan oleh tim Polinela. Menurutnya, aktivitas ini memberikan faedah nyata bagi personil golongan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam menghasilkan produk nan lebih berkualitas, menerapkan proses produksi nan higienis, menghitung biaya upaya secara tepat, serta memahami strategi pemasaran produk.
"Kegiatan pendampingan ini sangat membantu kami. Kami mendapatkan pengetahuan baru mulai dari proses produksi nan lebih baik, menjaga kebersihan produk, menghitung biaya usaha, hingga langkah memasarkan produk agar lebih luas. Adanya SOP dan pencatatan finansial juga menjadi pedoman bagi kami dalam menjalankan upaya ke depan," ungkap Ketua KWT Sedap Malam.
Ketua Tim PkM, Ratu Chaterine Fajri, S.A.B., M.Si., berambisi seluruh luaran nan telah dihasilkan dapat diterapkan secara berkepanjangan oleh personil KWT.
"Kami berambisi pendampingan ini tidak berakhir pada aktivitas training saja, tetapi menjadi awal penerapan manajemen upaya nan lebih baik. Dengan adanya SOP produksi, kalkulasi HPP, pencatatan keuangan, serta bungkusan dan strategi pemasaran nan lebih baik, KWT Sedap Malam diharapkan bisa meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pasar sehingga upaya dapat berkembang secara berkelanjutan," ujarnya.
Melalui aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat ini, Politeknik Negeri Lampung terus berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan pengetahuan pengetahuan dan teknologi nan aplikatif. Pendampingan ini diharapkan bisa meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, pengelolaan usaha, serta daya saing nugget tepung mocaf daun kelor sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi upaya Kelompok Wanita Tani Sedap Malam dan mendukung pengembangan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal. (RO/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·