Dorong Pembangunan, Danantara Sorot Hutama Karya sebagai Benchmark

Sedang Trending 20 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengungkap bahwa konsolidasi utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya saat ini sangat besar dan telah mencapai Rp 180 triliun. Dony apalagi menyebut ada BUMN Karya nan utangnya lebih besar dari nilai asetnya.

"Oleh lantaran itu, unik karya-karya ini setelah lebih dari enam bulan sejak konsentrasi dengan beragam macam skenario. Saya harapkan itu bahwa akhir tahun ini bakal bisa selesai lantaran skala persoalan nan dihadapi BUMN itu cukup masif dan satu-satu berbeda-beda persoalannya," ungkap Dony kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (3/9/2026).

Dony merinci, saat ini dari tujuh BUMN Karya, nan kondisinya betul-betul sehat hanya tiga perusahaan saja, ialah Nindya Karya, Brantas Abipraya, dan Hutama Karya. Ketiga BUMN karya nan dalam kondisi sehat tersebut ujar Dony bakal dijaga agar tidak mengalami masalah nan sama.

"Tetapi persoalan di dalam karya-karya kita ini sangat esensial dan dalam nan memerlukan waktu bagi kami untuk melakukan transformasi. nan pertama adalah berangkaian dengan situasi finansial mereka. Di luar dari tiga perusahaan ini mereka menghadapi problem financial nan cukup dalam," jelasDony.

Dony juga berharap, BUMN Karya ini ke depan bisa menjadi lokomotif pembangunan. Adapun BUMN Karya nan patut dijadikan benchmark adalah Hutama Karya, lantaran menurut Dony Hutama Karya tidak mengalami masalah finansial, apalagi tol nan mereka kelola cukup banyak. Sehingga Hutama Karya diharapkan bisa mengelola tol dan keuangannya dengan hati-hati.

"Karena tol ini kan tol-tol baru, umumnya ada tol di Sumatera. Nah ini nan saya harapkan kepada mereka untuk tol di jaga hati-hati sehingga kelak tidak masuk lagi ke dalam persoalan nan sama kedepannya. Walaupun ini sedang kami upayakan untuk melakukan perbaikan, tetapi sekali lagi, saya tidak mau melakukan perbaikan nan sifatnya itu temporary," tegas Dony.

Untuk diketahui, ada masanya BUMN Karya gencar melakukan ekspansi di beragam sektor di luar bangunan seperti fiber optik, air, properti, hotel, hingga jalan tol. Tren ekspansi tersebut akhirnya membikin perusahaan BUMN Karya tidak lagi konsentrasi mengembangkan upaya intinya.

Melihat perihal itu, Danantara bakal membenahi proses konsolidasi dan transformasi BUMN Karya, sehingga mereka bisa kembali konsentrasi menjalani upaya kontraktor.

"BUMN karya ini dulu, mungkin lantaran cash-nya banyak. Mereka kemudian ada temptation untuk membangun bisnis-bisnis di luar daripada core-nya. Soalnya bisa bayangkan bahwa karya kita ini punya upaya fiber optic, punya water, punya property, punya hotel, punya jalan tol, ada nan punya macam-macam bisnisnya nan lari daripada core-bisnis sebagai kontraktor. Ini satu-satu kita lakukan pembersihan pasca daripada konsolidasi karya ini, transformasi karya ini," ujar Dony.

Sejauh ini upaya transformasi BUMN Karya sendiri belum terealisasi sepenuhnya lantaran skala perbaikan nan dibutuhkan cukup besar.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News