Presiden PKS Almuzzammil Yusuf.(dok.istimewa)
PRESIDEN PKS Almuzzammil Yusuf menyampaikan pihaknya telah melakuka tindak lanjut dari Musyawarah Majelis Syura ketiga. Salah satu hasilnya mengamanahkan untuk pengarusutamaan ekonomi syariah di Indonesia.
"Di antara empat keputusan Majelis Syura adalah untuk PKS memperjuangkan ekonomi syariah melalui pejabat publik, terutama di DPR RI dan di kabinet Presiden Prabowo. Diskusi ini adalah tindak lanjut keputusan Majelis Syura," ujar Almuzzammil pada forum IQRO PKS menghadirkan obrolan strategis bertema “Agenda Strategis Ekonomi Syariah: Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta, dikutip Jumat (7/8).
Almuzzammil menjelaskan bahwa Indonesia dengan populasi muslim terbesar di bumi dengan 251 juta jiwa alias 87,15% dari total penduduk, potensi besar wakaf serta industri legal nan belum optimal.
"Jadi ekonomi syariah punya potensi sebesar lapangan bola tapi kita baru bermain sebesar lapangan ping-pong," ujarnya.
Untuk itu, PKS sebagai koalisi pemerintah mau mengangkat tema ini sebagai perjuangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia nan tetap stagnan di nomor 5% selama 10 tahun ini.
"Di tengah pemerintah mau meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kita mau mengangkat rumor ekonomi syariah ini nan belum banyak disoroti oleh pemerintah. Hari ini kita berkumpul dan berbincang untuk mengumpulkan rekomendasi," ungkapnya.
Dalam obrolan ini, datang sebagai narasumber Pakar Ekonomi Syariah Prof. Muhammad Syafi'i Antonio dan penanggap obrolan Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) Handi Risza. (Cah/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·