Ilustrasi(Dok Istimewa)
Program pendidikan manajemen di Indonesia dituntut semakin adaptif terhadap perubahan dunia usaha, perkembangan industri, dan kebutuhan kepemimpinan profesional. Penguatan kualitas pendidikan tinggi menjadi salah satu aspek krusial untuk menyiapkan sumber daya manusia nan bisa menghadapi tantangan upaya nan semakin kompleks.
Salah satu perkembangan di sektor pendidikan tinggi datang dari Program Magister Manajemen PPM School nan meraih legalisasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (Lamemba). Pengakuan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Nomor 313/DE/A.5/LAMEMBA-U/IX/2026 dan bertindak selama lima tahun, mulai 25 September 2026 hingga 25 September 2031.
Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM Wendra menyampaikan pengembangan pendidikan manajemen perlu mengintegrasikan pengetahuan akademik, praktik bisnis, dan nilai-nilai etika. Pendekatan tersebut dipandang krusial untuk membangun kompetensi ahli dan mempersiapkan calon pemimpin nan bisa mengambil keputusan secara strategis.
Kebutuhan pengembangan kompetensi nan berbeda pada setiap tahap pekerjaan turut mendorong penyediaan jalur pendidikan beragam. Program Magister Manajemen tersebut menawarkan tiga pilihan, ialah MM The Future Leaders, MM Eksekutif Muda, dan MM Eksekutif.
MM The Future Leaders ditujukan bagi lulusan sarjana nan mau mempersiapkan diri memasuki bumi kerja profesional. Program ini berjalan selama tiga semester dengan kurikulum 37 satuan angsuran semester (SKS) dan pendekatan pembelajaran terapan alias applied learning untuk mengembangkan keahlian manajerial, pemikiran strategis, dan keahlian profesional.
Sementara itu, MM Eksekutif Muda menyasar ahli nan sedang mengembangkan pekerjaan dan memerlukan peningkatan kapabilitas manajerial. Adapun MM Eksekutif diperuntukkan bagi ahli berilmu nan mau memperdalam strategi bisnis, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, dan memperkuat kepemimpinan organisasi.
Pada jalur The Future Leaders, peserta dapat mendalami bagian keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, strategi, keberlanjutan strategis, dan operasional. Pembelajaran juga mencakup fondasi kepemimpinan, transformasi, strategi bisnis, serta pembuatan nilai bagi organisasi.
Model pembelajaran hybrid menggabungkan aktivitas daring dan tatap muka. Peserta juga memperoleh kesempatan mengikuti kejuaraan upaya untuk mengasah keahlian kajian dan menerapkan teori dalam menghadapi persoalan bisnis. Pilihan sertifikasi pekerjaan dan kompetensi turut diintegrasikan sebagai bagian dari pengembangan keahlian.
Keterhubungan pendidikan dengan kebutuhan bumi kerja diperkuat melalui aktivitas Talent Fair dan jasa Career Center nan menyediakan info kesempatan kerja serta mempertemukan peserta dengan perusahaan. Selain kompetensi teknis, pengembangan keahlian interpersonal alias soft skills menjadi bagian dari persiapan menghadapi lingkungan profesional.
Akses pendidikan magister juga diperluas melalui Beasiswa The Future Leaders, ialah program danasiwa penuh bagi calon peserta nan memenuhi persyaratan dan ketentuan seleksi. Program tersebut membuka kesempatan bagi lulusan sarjana berpotensi untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan kapabilitas kepemimpinan.
PPM School telah berkecimpung dalam pendidikan manajemen sejak 1967. Selain legalisasi nasional Unggul untuk Program Magister Manajemen, lembaga tersebut tercatat sebagai personil AACSB International dan mempunyai legalisasi internasional dari ABEST21.
Perolehan legalisasi Unggul ini menambah perhatian terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan manajemen di tengah kebutuhan industri bakal tenaga ahli nan mempunyai keahlian analitis, pemahaman bisnis, dan kepemimpinan. Keterpaduan antara pembelajaran akademik dan praktik ahli menjadi salah satu pendekatan untuk menyiapkan sumber daya manusia nan bisa beradaptasi dengan perubahan bumi usaha.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·