Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai AS-Iran Rampung, Blokade Selat Hormuz Dicabut

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai AS-Iran Rampung, Blokade Selat Hormuz Dicabut Presiden AS Donald Trump(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pada hari Minggu waktu setempat bahwa kesepakatan tenteram dengan Iran sekarang telah "selesai". Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz telah dibuka kembali dan Amerika Serikat bakal mengangkat blokade maritimnya.

Pengumuman ini disampaikan tidak lama setelah Pakistan, nan bertindak sebagai mediator, menyatakan kedua belah pihak nan bertikai telah mencapai titik temu.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai. Selamat untuk semuanya!," kata Trump melalui jejaring media sosial miliknya, Truth Social.

"Dengan ini saya memberikan kewenangan penuh untuk pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya, dan, secara berbarengan dengan ini, memberikan kewenangan untuk segera menghapus blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di Dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" tambah Trump.

Perdana Menteri Pakistan mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati sebuah "Kesepakatan Damai" nan segera menghentikan semua operasi militer, termasuk nan terjadi di Libanon. Upacara penandatanganan resmi mengenai kesepakatan ini dijadwalkan bakal berjalan di Jenewa, Swiss, pada tanggal 19 Juni mendatang.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, nan menjadi mediator kunci dalam perang Timur Tengah nan telah berjalan selama berbulan-bulan ini, turut memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah berikutnya melalui platform media sosial X pada Senin awal hari waktu Islamabad.

"Dengan kesepakatan nan sekarang sudah berjalan, para mediator bakal memfasilitasi serangkaian pertemuan minggu ini. Diskusi pra-implementasi ini bakal meletakkan dasar bagi pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi," tulis Shehbaz Sharif.

Pertemuan pra-implementasi tersebut sengaja dirancang untuk memastikan seluruh aspek teknis melangkah lancar sebelum kedua negara secara umum menandatangani arsip perjanjian tenteram di Swiss akhir pekan ini. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia