Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) nan sempat mengalami tekanan hingga ke level Rp17.500 pada Selasa (12/5/2026) berpotensi memengaruhi nilai jual ponsel di tanah air.
Terutama lantaran ponsel model smartphone tetap mengandalkan komponen utama dari impor, seperti chipset dan kamera.
Meski begitu, sejumlah pemasok ponsel di Indonesia memastikan, belum ada rencana dari industri untuk menaikan nilai jual untuk saat ini.
Salah satu nan menyatakan perihal ini adalah Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia (HONOR Distributor), Aryo Meidianto Aji.
Dia mencontohkan Honor X6c dan X7d setelah satu bulan diluncurkan belum ada perubahan harga. Kedua ponsel itu dibanderol Rp 2.999.000 untuk X6c dan X7d dijual Rp 4.499.000.
"Jadi sebenarnya jika untuk aspek harga, dari awal perangkat-perangkat ini meluncur, sampai saat ini kurang lebih ada spare waktu sekitar 1 bulan, kita belum melakukan penyesuaian nilai sama sekali," kata Aryo, di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Terjaganya harga ini kata Aryo mempertimbangkan banyaknya perangkat nan ada di pasaran, dan dengan jumlah nan bakal di pesan. Selama jangka waktu itu, tidak ada pemesanan ulang.
Pada akhirnya tidak bakal ada aspek apapun nan menyebabkan kenaikan nilai perangkat.
Aryo juga mengatakan perihal serupa terjadi saat krisis chip mulai akhir tahun lalu. Tidak ada kenaikan nilai apapun pada perangkatnya.
"Sama sekali tidak ada penyesuaian harga," ucapnya.
Sebaliknya, Honor melakukan penurunan nilai pada beberapa perangkat untuk beberapa alasan. Misalnya saat momen libur lebaran lalu.
"Seperti nan sekarang kita kasih penurunan nilai Rp 100-200 ribu, alias enggak memang ada, kayak mungkin ada libur lebaran, alias kelak ada libur akhir pekan, dan lain-lain seperti itu," kata Aryo.
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·