DOKU Ungkap Peran AI untuk Tekan Fraud Transaksi Travel

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Industri travel Indonesia tetap menunjukkan resiliensi di tengah tantangan ekonomi global. Pelemahan nilai tukar rupiah memang meningkatkan biaya perjalanan internasional, namun kebutuhan masyarakat untuk berjalan disebut belum mengalami penurunan signifikan.

VP of Business Development (Airline & Travel) DOKU Dinus Hafis Muhamad mengatakan perubahan lebih terlihat pada pola konsumsi masyarakat. Konsumen sekarang semakin selektif dalam memilih destinasi, membandingkan nilai lebih lama, memanfaatkan promo, serta memilih metode pembayaran nan memberikan fleksibilitas.

"DOKU memandang industri travel Indonesia tetap menunjukkan resiliensi nan cukup baik meskipun menghadapi tantangan ekonomi global. Pelemahan nilai tukar rupiah memang meningkatkan biaya perjalanan internasional lantaran sebagian besar komponen seperti tiket pesawat, hotel, hingga jasa dunia tetap menggunakan mata duit asing, terutama dolar AS," ujar Dinus dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, perubahan perilaku konsumen tersebut juga membikin pelaku industri travel semakin memerlukan proses pembayaran nan cepat, settlement nan lebih singkat, serta keahlian menerima beragam metode pembayaran untuk menjaga tingkat konversi transaksi.

"Bagi DOKU, kondisi ini justru memperkuat pentingnya digital payment sebagai prasarana nan membantu pelaku industri tetap kompetitif di tengah tekanan ekonomi," katanya.

PayLater Jadi Salah Satu Alternatif Pembayaran

Salah satu perubahan nan terlihat di tengah tekanan ekonomi adalah semakin relevannya metode pembayaran PayLater alias Buy Now, Pay Later (BNPL) dalam transaksi travel. DOKU menilai BNPL bukan sekadar tren, melainkan telah menjadi salah satu pengganti pembayaran nan relevan, terutama untuk transaksi travel dengan nilai relatif besar. Fleksibilitas pembayaran memungkinkan konsumen tetap merencanakan perjalanan tanpa kudu mengeluarkan seluruh biaya di awal.

Bagi merchant travel, elastisitas tersebut juga dapat membantu menjaga tingkat konversi transaksi ketika daya beli masyarakat mengalami tekanan. Meski demikian, DOKU menekankan penggunaan BNPL perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan melibatkan penyedia PayLater nan mempunyai proses credit assessment, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap izin nan baik.

Selain PayLater, DOKU terus memperluas pilihan metode pembayaran melalui satu integrasi. Merchant dapat menerima pembayaran melalui kartu angsuran dan debit, transfer bank, virtual account, QRIS, e-wallet, hingga PayLater tanpa kudu melakukan integrasi nan berbeda-beda.

DOKU juga menghadirkan jasa cross-border payment untuk membantu merchant travel menjangkau visitor internasional melalui metode pembayaran nan lebih familiar bagi pengguna dari negara asal mereka. Di sisi operasional, DOKU mengembangkan otomatisasi settlement, dashboard transaksi secara real-time, serta rekonsiliasi pembayaran untuk membantu merchant mengelola cash flow dan mengurangi proses manual.

Keamanan Transaksi Jadi Perhatian

Di tengah meningkatnya transaksi digital, keamanan juga menjadi aspek krusial dalam industri travel. Nilai transaksi nan relatif besar membikin transaksi travel mempunyai akibat penipuan digital nan perlu diantisipasi.

Dinus menjelaskan DOKU menerapkan pendekatan risk-based fraud management. Setiap transaksi dianalisis berasas sejumlah parameter risiko, seperti pola transaksi, lokasi, perangkat nan digunakan, riwayat pembayaran, hingga perilaku pengguna.

Transaksi nan dinilai normal bakal diproses secara cepat, sedangkan transaksi nan menunjukkan indikasi akibat tinggi bakal melalui lapisan verifikasi tambahan sebelum diselesaikan. DOKU juga menerapkan enkripsi data, tokenisasi, serta kepatuhan terhadap standar keamanan industri pembayaran seperti PCI DSS.

Penggunaan kepintaran buatan (AI) dan analitik info juga menjadi bagian dari pengembangan sistem keamanan pembayaran DOKU. AI membantu menganalisis jutaan pola transaksi secara otomatis untuk mengidentifikasi aktivitas nan menyimpang dari perilaku normal, seperti perubahan letak transaksi secara tiba-tiba, nilai transaksi nan tidak biasa, maupun pola penggunaan perangkat nan berbeda.

Pendekatan tersebut memungkinkan penemuan akibat dilakukan secara real-time, sehingga potensi fraud dapat diidentifikasi lebih sigap dibandingkan metode manual. Sementara itu, digital identity dinilai semakin krusial untuk memperkuat proses verifikasi identitas pengguna, khususnya pada transaksi berbobot tinggi maupun pembayaran lintas negara.

Meski demikian, Dinus mengatakan pengembangan sistem keamanan juga perlu mempertimbangkan keseimbangan antara keamanan, pengalaman pengguna, perlindungan info pribadi, serta kepatuhan terhadap izin nan terus berkembang.

Pembayaran Digital Jadi Fondasi Travel Tech

Melihat perkembangan industri dalam beberapa tahun ke depan, DOKU memperkirakan pembayaran digital bakal semakin menjadi fondasi utama ekosistem travel tech di Indonesia.

Konsumen diperkirakan semakin mengharapkan pengalaman pembayaran nan instan, seamless, aman, serta dapat dilakukan melalui beragam metode pembayaran, baik domestik maupun internasional. Sementara bagi merchant, kebutuhan terhadap sistem pembayaran nan terintegrasi dengan booking engine, sistem keuangan, rekonsiliasi otomatis, hingga analitik upaya juga bakal semakin meningkat.

Dinus menambahkan tren penggunaan AI, otomatisasi, open API, serta cross-border payment juga berpotensi semakin berkembang seiring meningkatnya mobilitas visitor internasional dan digitalisasi industri pariwisata.

"Selain memproses pembayaran, penyedia payment gateway juga bakal berkedudukan sebagai mitra teknologi nan membantu meningkatkan efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis," jelas Dinus.

Dengan perkembangan tersebut, sistem pembayaran tidak lagi hanya menjadi sarana untuk menyelesaikan transaksi. Infrastruktur pembayaran nan fleksibel, terintegrasi, dan kondusif diproyeksikan semakin berkedudukan dalam membantu pelaku industri travel beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen sekaligus menghadapi dinamika ekonomi.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance