Dokter: Anak Batuk Pilek, Nggak Perlu Buru-buru Dikasih Obat

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Ilustrasi Anak Batuk. Foto: Shutterstock

Saat anak mulai batuk dan pilek, tidak sedikit orang tua nan langsung memberikan obat dengan angan gejalanya segera hilang. Padahal, menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, sebagian besar kasus batuk pilek pada anak sebenarnya tidak memerlukan obat secara langsung.

Ia menjelaskan, batuk pada anak umumnya disebabkan oleh jangkitan virus ringan, seperti flu, nan biasanya dapat membaik dengan sendirinya seiring waktu.

“Sebagian besar batuk pada anak itu disebabkan oleh jangkitan virus ringan, seperti flu, dan umumnya bisa membaik sendiri,” jelasnya.

Menurut dr. Aisya, batuk juga mempunyai kegunaan krusial bagi tubuh. Karena itu, tidak semua batuk kudu dihentikan dengan obat.

“Batuk itu bukan selalu musuh, justru itu adalah salah satu sistem tubuh untuk membersihkan saluran nafas dari lendir dan juga kuman. Jadi nggak semua batuk itu kudu ditekan dengan obat,” ujarnya.

Jangan Sembarangan Memberikan Obat Batuk Pilek

Ilustrasi Anak minum obat herbal. Foto: GOLFX/Shutterstock

Meski banyak produk obat batuk pilek nan dijual bebas, orang tua tetap perlu berhati-hati sebelum memberikan ke anak.

“Penggunaan obat batuk pilek pada anak nggak boleh semarangannya. Pastikan nan ayah ibu kasih ke anak itu kondusif dan juga terdaftar di BPOM,” kata dr. Aisya.

Selain batuk, demam juga sering membikin orang tua panik. Padahal, tidak semua demam kudu langsung diberikan obat.

“Kalau anak lagi demam, juga nggak kudu langsung dikasih obat penurun demamnya. Kalau misalnya demamnya tetap di bawah 38 derajat celsius dan anaknya tetap tampak nyaman, biasanya cukup dipantau dulu, diberikan minuman nan cukup, rehat nan cukup, dan memberikan busana nan nyaman,” jelasnya.

Orang tua juga disarankan untuk tetap memantau suhu tubuh anak dan memerhatikan kondisi umumnya selama masa pemulihan.

“Tetap dipantau suhunya, bersihkan hidungnya jika lagi pilek, dan tentunya dipantau kondisi umumnya,” lanjut dr. Aisya.

Madu Bisa Membantu Meredakan Batuk

Untuk anak nan sudah berumur di atas 1 tahun, madu dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu meredakan batuk secara alami.

Namun perlu diingat, madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun lantaran berisiko menyebabkan botulisme, ialah penyakit nan disebabkan paparan racun saraf (toksin) nan dihasilkan oleh kuman Clostridium botulinum.

Jadi, Kapan Anak Harus Segera Dibawa ke Dokter?

Ilustrasi master anak. Foto: Dragon Images/Shutterstock

Meski sebagian besar batuk pilek dapat sembuh sendiri, ada beberapa tanda ancaman nan tidak boleh diabaikan orang tua, seperti:

  • Batuk disertai sesak napas

  • Napasnya sigap dan ada tarikan di dada seperti cekungan

  • Bibirnya tampak kebiruana

  • Demam tinggi berkepanjangan

  • Batuk lebih dari dua minggu

  • Lemas dan susah untuk minum

  • Batuk sampai muntah terus menerus

  • Batuk mengi

Pada kondisi tersebut, pemeriksaan master diperlukan untuk mencari penyebab nan mendasari dan menentukan penanganan nan tepat.

“Fokusnya bukan menghentikan batuknya, tapi mencari penyebabnya dan memastikan anak tetap nyaman untuk bernapas,” tutup dr. Aisya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan