Doa Ampunan untuk Orangtua Sendiri dan Jamak: Arab, Latin, Terjemahan Lengkap

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
 Arab, Latin, Terjemahan Lengkap Ilustrasi.(Magnific)

MEMDOAKAN kedua orangtua merupakan salah satu corak hormat tertinggi (birrul walidain) nan bisa dilakukan oleh seorang anak, baik ketika orangtua tetap hidup maupun setelah mereka tiada. Salah satu angan nan paling terkenal dan sering dipraktikkan ialah permohonan pembebasan dan kasih sayang Allah SWT bagi ayah dan ibu.

Namun, dalam praktiknya, terdapat perbedaan redaksi angan nan perlu diperhatikan berasas kondisi saat kita berdoa. Apakah kita sedang bermohon sendirian (munfarid) alias sedang memimpin angan dalam jamaah (imam)? Perubahan kata tukar (dhomir) dalam bahasa Arab menjadi krusial agar makna angan tetap tepat dan mencakup seluruh jamaah nan mengaminkan.

1. Doa untuk Orangtua saat Berdoa Sendiri (Tunggal)

Jika Anda sedang bermohon secara pribadi setelah salat alias di waktu-waktu mustajab lain, redaksi nan digunakan adalah corak tunggal (menggunakan kata tukar aku).

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Latin: Allaahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orangtuaku. Kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihani dan membimbingku di waktu tetap kecil."

Variasi lain nan juga sering dibaca adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Latin: Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.

2. Doa untuk Orangtua Bersama Saudara Kandung (Jamak Terbatas)

Kondisi kedua adalah ketika Anda menjadi pemimpin salat alias pemimpin angan nan jemaahnya terdiri dari saudara-saudara kandung (satu ayah dan satu ibu). Dalam kondisi ini, kata tukar aku (li) berubah menjadi kami (lana), tetapi objek orangtuanya tetap sama.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صَغِيرًا

Latin: Allaahummaghfirlanaa dzunuubanaa waliwaalidainaa warhamhumaa kamaa robbayana shaghiiraa.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orangtua kami. Kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihani dan membimbing kami di waktu tetap kecil."

3. Doa untuk Orangtua saat Menjadi Imam Umum (Jamak Luas)

Kondisi ketiga adalah saat Anda memimpin angan di hadapan jemaah nan luas, misalnya orang sekampung atau jemaah family besar nan di dalamnya terdapat ayah, ibu, istri, anak, dan kerabat lain. Karena orangtua dari setiap jamaah berbeda-beda, redaksinya berubah menjadi lebih umum.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

Latin: Allaahummaghfirlanaa waliwaalidainaa warhamhum kamaa rabbaunaa shighaaraa.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah kami dan orangtua kami serta rahmatilah mereka semua sebagaimana mereka telah mendidik kami di waktu kecil."

Perubahan dari warhamhuma (dua orang) menjadi warhamhum (mereka banyak) digunakan untuk mencakup seluruh orangtua dari para jamaah nan hadir.

Tabel Perubahan Redaksi Doa

Kondisi Berdoa Kata Ganti (Dhomir) Potongan Redaksi Utama
Sendirian (Tunggal) Aku (Ana) ...li waliwalidaya...
Bersama Saudara (Jamak) Kami (Nahnu) ...lana waliwalidaina...
Imam Umum (Jamak Luas) Kami & Mereka ...warhamhum kama robbauna...

Adab Mendoakan Orangtua agar Mustajab

  • Ikhlas: Mendoakan dengan ketulusan hati tanpa mengharap pujian orang lain.
  • Memulai dengan Hamdalah dan Shalawat: Sebagaimana dicontohkan dalam pembukaan angan (Bismillah, Alhamdulillah, Wassalatu wassalamu 'ala Rasulillah).
  • Merendahkan Suara: Berdoa dengan penuh kekhusyukan dan bunyi nan lembut (tadharru').
  • Yakin Dikabulkan: Memiliki sangka baik (husnuzan) bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Bolehkah mendoakan orangtua dengan bahasa Indonesia?
Boleh, Allah Maha Mengetahui segala bahasa. Namun, menggunakan angan nan diajarkan dalam Al-Qur'an alias sabda (dalam bahasa Arab) mempunyai keistimewaan tersendiri.

2. Kapan waktu terbaik mendoakan orangtua?
Di antara azan dan iqamah, saat sujud terakhir dalam salat, setelah salat fardu, dan di sepertiga malam terakhir.

3. Apakah angan anak tetap sampai jika orangtua sudah meninggal?
Ya, berasas sabda riwayat Muslim, angan anak nan saleh adalah salah satu ibadah nan pahalanya tidak terputus bagi orangtua nan sudah wafat.

4. Mengapa redaksi angan kudu berubah saat berjamaah?
Agar pemimpin tidak hanya mendoakan dirinya sendiri, tetapi juga menyertakan seluruh jamaah dalam permohonan pembebasan tersebut.

5. Apa makna Kamaa Rabbayanii Shaghiiraa?
Maknanya adalah permohonan agar Allah menyayangi orangtua dengan kualitas kasih sayang nan luar biasa, sebagaimana orangtua memberikan segalanya saat kita tetap lemah dan kecil.

Semoga dengan memahami perbedaan redaksi ini, doa-doa nan kita panjatkan untuk orangtua menjadi lebih sempurna dan dikabulkan oleh Allah SWT. Amin ya Rabbal Alamin. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia