DLHK Banten soal Sungai Ciujung Menghitam-Bau: Kami Analisis & Turun ke Lapangan

Sedang Trending 5 jam yang lalu
Aliran Sungai Ciujung di wilayah Kabupaten Serang diduga tercemar limbah pada Kamis (18/6/2026) sore. Foto: Dok. kumparan

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten mulai menelusuri penyebab perubahan warna Sungai Ciujung di Kabupaten Serang nan menghitam dan mengeluarkan aroma tak sedap.

Sebelumnya, penduduk di sejumlah wilayah mengeluhkan kondisi sungai nan diduga tercemar dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Banten Wawan Wahyudi mengaku, telah menerima info mengenai kondisi Sungai Ciujung tersebut. Namun, pihaknya tetap menunggu pengaduan resmi dari masyarakat untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kami kemarin dapat info dari Pak Kadis seperti itu (Sungai Ciujung menghitam). Karena konteksnya ini pengaduan, kami juga butuh info pengadunya siapa," ucap Wawan, Jumat (19/6).

Aliran Sungai Ciujung di wilayah Kabupaten Serang diduga tercemar limbah pada Kamis (18/6/2026) sore. Foto: Dok. kumparan

Analisis Data Pemantauan Lama

Wawan mengatakan, pihaknya saat ini tetap menganalisis info pemantauan kualitas air Sungai Ciujung dalam beberapa tahun terakhir sebelum memutuskan melakukan pengecekan lapangan.

Menurut dia, identifikasi sumber pencemaran di aliran sungai memerlukan kajian lebih lanjut lantaran beragam jenis limbah dapat bercampur dalam satu aliran.

"Karena konteksnya di sungai, kami kudu mengidentifikasi kembali sumbernya lantaran kan sudah kumulatif jika di sungai. Mau (limbah) domestik alias dari industri itu sudah kumulatif jika di sungai," ujarnya.

kumparan post embed

Pernah Ditemukan Parameter Melebihi Baku Mutu

Wawan mengungkapkan, DLHK pernah menerima laporan serupa di letak nan sama pada 2025. Saat itu, petugas mengambil sampel air Sungai Ciujung untuk diuji di laboratorium.

Hasil pengetesan menunjukkan sejumlah parameter kualitas air melampaui periode pemisah nan ditetapkan.

"Hasil sementara dari kajian info silam itu memang parameter chemical oxygen demand dan biological oxygen demand pada sampel air itu memang tinggi," ucapnya.

DLHK tetap mendalami apakah terdapat parameter lain nan berpotensi berasal dari aktivitas industri.

"Kami tetap menganalisis apakah ada parameter nan dimungkinkan dari sektor industri nan melampaui baku mutu. Tapi sementara dari info 2025 dan 2024 itu ada parameter nan tinggi. Itu sementara, tapi kami kudu memastikan kembali," sambung Wawan.

DLHK Berencana Turun ke Lapangan

Selain menelusuri potensi sumber pencemaran, DLHK juga tengah memeriksa kondisi debit air Sungai Ciujung saat kejadian perubahan warna dan aroma terjadi.

Menurut Wawan, kondisi debit air dapat memengaruhi proses pengenceran dan aliran sedimentasi di sungai.

"Saya lagi konfirmasi saat itu debit air Sungai Ciujung berapa. Karena jika tidak ada debit, nol gitu ya itu kan enggak flushing, dia enggak gerak, jadi tersedimen di situ aja di perairan. Nah itu nan kita sedang teliti," kata Wawan.

Ia menyebut pengecekan lapangan kemungkinan dilakukan pada pekan depan.

"Kemungkinan pekan depan turun ke lapangan," imbuhnya.

instagram embed

Warga Keluhkan Sungai Menghitam

Sebelumnya, penduduk di Kecamatan Tanara hingga Tirtayasa mengeluhkan kondisi Sungai Ciujung nan berubah warna menjadi hitam dan mengeluarkan aroma menyengat selama lebih dari dua pekan.

Kondisi tersebut disebut mengganggu aktivitas warga, termasuk kebutuhan air rumah tangga dan lahan pertanian.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan