, MAMUJU, – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tengah melakukan pemetaan potensi investasi kelautan. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan bahan promosi nan presisi pada arena Business Investment Expo 2026.
Kepala DKP Sulbar, Safaruddin Sanusi, menyatakan bahwa aktivitas ini merupakan upaya sinkronisasi dan penyelarasan info potensi investasi di wilayah tersebut. "Pertemuan ini dilaksanakan sebagai upaya sinkronisasi dan penyelarasan info potensi investasi di Sulbar nan bakal menjadi bahan promosi pada arena Business Investment Expo 2026," ujarnya di Mamuju, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Safaruddin dalam pertemuan teknis berbareng Biro Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Provinsi Sulbar. Sektor kelautan dan perikanan dinilai sebagai salah satu primadona investasi Sulbar nan mempunyai daya tarik tinggi bagi penanammodal nasional maupun internasional. Oleh lantaran itu, penyajian info nan presisi dan selaras antar-lembaga teknis menjadi sangat krusial.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Sektor ini tidak hanya diproyeksikan sebagai ladang investasi, tetapi juga sebagai solusi konkret untuk menyerap tenaga kerja dan menekan nomor pengangguran di Sulbar. Strategi unik dirancang melalui program padat karya, penguatan UMKM perikanan, ekspansi kesempatan kerja, serta peningkatan partisipasi angkatan kerja.
Hal ini sejalan dengan komitmen Sulbar untuk bersiap menghadapi sasaran Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030. Pertumbuhan ekonomi kudu melangkah beriringan dengan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.
Fokus Pengembangan Teknis
Sebagai langkah pengembangan teknis, pembangunan balai bibit diusulkan menjadi pengganti prioritas dalam pengembangan perikanan budi daya. Ketersediaan bibit berbobot secara berdikari diharapkan dapat mengurangi ketergantungan dari luar daerah, meningkatkan produktivitas pembudidaya lokal, dan menjadikan Sulbar lebih kompetitif dalam rantai pasok perikanan nasional.
"Investasi di sektor kelautan dan perikanan bukan sekadar tentang berapa banyak duit nan masuk, tetapi seberapa besar akibat nyata bagi masyarakat pesisir dan kelestarian laut kita," tegas Safaruddin.
Data nan bakal disajikan di Business Investment Expo kudu mencerminkan keseimbangan antara profitabilitas bagi penanammodal dan keberlanjutan ekologis serta sosial bagi penduduk Sulbar. Khusus untuk sektor kelautan dan perikanan, DKP Sulbar bakal mengedepankan potensi hilirisasi hasil laut, pengembangan pelabuhan perikanan modern, serta kemudahan perizinan nan telah diterapkan.
"Kita mau penanammodal datang bukan hanya untuk mengambil keuntungan, tetapi untuk tumbuh berbareng membangun Sulbar nan sejahtera dan berkelanjutan," pungkasnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·