Ilustrasi(Dok Instagram/Persebaya)
PERSEBAYA Surabaya kudu puas berbagi nomor 1-1 saat bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga pembuka BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Sabtu (5/9). Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyoroti hambatan cuaca ekstrem nan memengaruhi performa anak asuhnya di lapangan.
"Pertandingan tadi cukup sulit, cuaca panas, angin kencang sehingga pasing pemain banyak gagal," katanya saat memberikan keterangan usai laga, di Bandarlampung, Sabtu.
Tavares menilai laga pembuka selalu menyajikan tantangan berat. Meski dihadapkan pada cuaca nan tak bersahabat, dia mengapresiasi kerja keras skuad Bajul Ijo nan bisa memberi perlawanan ketat kepada tim tuan rumah.
"Bhayangkara merupakan tim kuat, tahun lampau saja jika tidak salah hanya Persib nan bisa menang, memang tidak mudah main di sini tapi kami bisa menciptakan gol pertama dan semestinya bisa menang," katanya.
Nada serupa disampaikan oleh penggawa Persebaya, Rachmat Irianto. Ia tak menampik bahwa laga pertama di awal musim kerap menyulitkan konsentrasi tim.
"Tentu ini, pertandingan sulit, laga pertama selalu sulit, hasil ini kami kecewa lantaran tidak maksimal," kata dia.
Dalam jalannya pertandingan, Persebaya sempat memimpin terlebih dulu lewat skema serangan ciamik nan diselesaikan oleh Yann Mabella. Namun, Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan Allanonpada pada menit ke-59.
Hasil seri ini memaksa kedua tim kudu berbagi satu poin dan menempatkan Persebaya Surabaya beserta Bhayangkara FC di ranking ke-6 klasemen sementara BRI Super League 2026/2027. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·