Distribusi BBM di Selat Hormuz Lumpuh Total, AS Ancam Putus Jaringan Listrik Iran

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

loading...

Distribusi BBM di Selat Hormuz Lumpuh Total. Foto/viet

TEHERAN - Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengumumkan bahwa dia bakal menyerang pembangkit listrik Iran ini jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali dalam 48 jam ke depan.

Pesan ini diposting oleh Bapak Trump di platform media sosial Truth Social pada pukul 19.44 tanggal 21 Maret (pagi tanggal 22 Maret waktuHanoi), menetapkan tenggat waktu nan diperpanjang hingga akhir hari Senin berikutnya.

Dalam unggahannya, Presiden AS menegaskan: "Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz tanpa ancaman dalam waktu 48 jam dari waktu tepat ini, AS bakal menyerang dan menghancurkan beragam pembangkit listrik mereka, dimulai dari nan terbesar terlebih dahulu."

Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam strategi Trump. Sebelumnya, dia menyatakan bahwa dia sengaja menghindari menargetkan pembangkit listrik di Teheran lantaran tindakan tersebut dapat menyebabkan kerusakan selama bertahun-tahun dan meninggalkan trauma psikologis nan parah pada penduduk sipil.

Namun, situasi saat ini menjadi mendesak lantaran Selat Hormuz – salah satu jalur pengedaran daya terpenting di planet ini – telah terganggu sejak awal Maret, nan secara langsung mendorong kenaikan nilai minyak global. Diperkirakan sekitar 20 juta barel minyak, setara dengan nyaris 3,18 miliar liter, diangkut setiap hari melalui jalur air vital ini.

Sebelumnya pada 20 Maret, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran bakal menunjukkan "nol pengekangan" jika prasarana negara itu diserang.

Angkatan bersenjata Iran juga memperingatkan bahwa jika akomodasi daya mereka menjadi sasaran, semua prasarana daya AS di area Timur Tengah juga bakal menjadi sasaran pembalasan.

(wbs)

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews