Tangguh Yudha
, Jurnalis-Minggu, 08 Februari 2026 |19:16 WIB

Vaksin PMK (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan pengedaran 4 juta dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara nasional sepanjang tahun 2026. Ini dilakukan sebagai upaya menjaga keberlanjutan sektor peternakan.
Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa mengungkap bahwa dari total tersebut, sebanyak 80 persen dialokasikan untuk area pemberantasan, 15 persen untuk area pengendalian, dan 5 persen disiapkan sebagai stok cadangan.
Ia menyebut bahwa sebanyak 151 ribu dosis vaksin elah digelontorkan untuk Provinsi Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika kasus PMK nan marak terjadi di Jawa Barat, nan mana hingga 1 Februari 2026, tercatat 16 kejadian PMK dengan total 177 kasus di Jawa Barat.
Kondisi tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu wilayah prioritas pengendalian, mengingat tingginya populasi ternak serta intensitas lampau lintas ternak antarwilayah.
“Pada Januari, Jawa Barat telah menerima 60.000 dosis vaksin PMK, sedangkan keseluruhan sisanya bakal didistribusikan pada pengiriman berikutnya. Selanjutnya, alokasi vaksin untuk kabupaten dan kota di Jawa Barat bakal dikoordinasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat,” kata Hendra, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, alokasi ini dibagi ke dalam dua periode, ialah Januari-Maret dan Juli-Agustus dengan masing-masing sebanyak 75.500 dosis. Pada pengiriman Januari, Jawa Barat telah menerima 60.000 dosis vaksin, sementara sisa alokasi bakal didistribusikan secara bertahap.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·