Rumah Pengabdi Setan.(Antara)
DINAS Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, meminta seluruh pengelola lokasi wisata termasuk Rumah Pengabdi Setan transparan usai polemik biaya vlog Rp600 ribu bagi visitor Malaysia. Mereka harus memasang info tarif secara terbuka. Langkah ini diambil guna memberikan kepastian biaya bagi visitor sebelum memasuki area objek wisata.
Kepala Bidang Kepariwisataan Disparekraf Kabupaten Bandung, Mohem Sofiyurahman, menyatakan bahwa transparansi nilai menjadi konsentrasi utama setelah munculnya polemik biaya Rp600.000 bagi visitor asal Malaysia nan mau membikin konten video (vlog) di Rumah Pengabdi Setan.
"Penekanan kami kepada pengelola Rumah Pengabdi Setan dan seluruh upaya wisata pada umumnya adalah nilai kudu selalu terpampang di depan alias di awal," ujar Mohem di Bandung, Kamis (3/9).
Menurut Mohem, visitor berkuasa mengetahui seluruh rincian biaya sejak awal kunjungan. Hal ini krusial agar visitor dapat mempertimbangkan keahlian finansial mereka sebelum memutuskan untuk melanjutkan kunjungan alias tidak.
Terkait besaran tarif, Mohem menjelaskan bahwa pemerintah wilayah tidak mempunyai kewenangan untuk membatasi nominal nilai pada destinasi nan dikelola pihak swasta. Aturan nan ada saat ini hanya mewajibkan adanya transparansi nilai kepada publik.
"Tidak ada patokan nan membatasi nominal harga, tetapi ada patokan nan menjelaskan tentang transparansi harga," tegasnya. Ia menambahkan bahwa tarif di Rumah Pengabdi Setan sendiri telah ditetapkan sejak 2019 oleh PTPN selaku pemilik lahan.
Berdasarkan penjelasan resmi, polemik bermulai saat visitor Malaysia membawa kamera 360 derajat untuk membikin vlog. Pengelola kemudian mengenakan biaya tambahan sesuai ketentuan nan berlaku. Namun, visitor tersebut akhirnya memilih tidak membikin vlog dan hanya bayar tiket masuk reguler visitor asing sebesar Rp25.000.
Selain masalah tarif, Disparekraf juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan alias hospitality. Mohem menekankan bahwa keramahan dan komunikasi nan baik tetap menjadi kunci utama dalam menyambut wisatawan, terlepas dari kategori nilai tiket nan ditawarkan. (Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·