Depok -
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan abu vulkanik membawa berkah tersendiri bagi tempat cuci steam. Banyak penduduk nan membawa mobil dan motornya ke tempat cuci steam untuk mencuci kendaraannya nan terdampak abu vulkanik.
Salah satunya dirasakan oleh Ar Rahman Car Wash. Kasir Ar Rahman Car Wash, Fani, mengatakan tempat usahanya itu kehadiran banyak visitor sejak turun abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Fani mengatakan meningkatnya visitor ini dialami tiga hari ke belakang. Dalam 1 hari bisa melayani 100 unit mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Naik sih naik ya. Naiknya ada 50 persenan. Kalau omzetnya lumayan, dia naik juga. Kalau kita, kondisi normal tuh kita bisa sehari tuh bisa 70 lebih. Kalau 3 hari ke belakangan itu bisa 100 ke atas," ujar Fani kepada wartawan di Depok, Selasa (8/9/2026)
Dia mengatakan rata-rata pemilik mobil banyak nan datang mengeluhkan kendaraannya kotor lantaran abu vulkanik. Dalam penanganannya, mobil nan terkena abu vulkanik perlu dibilas dengan air terlebih dulu untuk betul-betul menghilangkan abunya.
"Kebanyakan bapak-bapak ya, biasanya di sini ngomongnya kayak gitu lantaran abu vulkanik. Mungkin pencuciannya bakal menyiram lebih banyak airnya ya. Karena takut customer-nya pada komplain kayak, 'Itu abu vulkanik, bukan abu biasa' gitu ya. Biasanya bapak-bapaknya pada bilang kayak gitu sih," imbuhnya.
Hal nan sama juga dirasakan oleh pemilik cuci steam Fausta Car Wash di Depok, Mul (40), mengaku kewalahan melayani banyaknya customer nan datang. Dia mengatakan ramai visitor tak putus-putus sejak pagi hingga memutuskan tutup sore hari.
"Yang jelas semenjak ada akibat abu vulkanik, ramai. Saya kan nyuci hanya berapa orang nih, terasa capenya memang banyak. Ada perubahanlah," ujar Mul.
Sejumlah upaya cuci steam di Depok kebanjiran pengguna usai erupsi Gunung Anak KrakatauScreenshot Foto: Devi Puspitasari/detikcom
"Tapi sekarang kayaknya maju, sore udah tutup. Karena kita nggak kuat. Nggak kuat secara tenaga, gitu. Karena nggak putus-putus. Dari jam 8-9 pagi," tambahnya.
Mul biasanya hanya melayani 4-5 kendaraan setiap harinya. Namun sejak erupsi Gunung Anak Krakatau, dia bisa melayani hingga belasan kendaraan.
"Tadi tetap sunyi ya lantaran kita baru buka, paling 4-5. Tapi ini kadang-kadang 11 dan untuk kendaraannya, kita kan baru 2 minggu lampau baru buka. Tapi nan jelas setelah akibat abu vulkanik, jelas ada peningkatan. Orang nyuci itu ada peningkatan," jelasnya.
Mul mengatakan visitor kerap mengeluhkan perihal nan sama saat membawa kendaraannya ke steam.
"Karena mereka datang candaannya ya candaannya, 'Ini gara-gara anak, Bang, gue nyuci-nyuci mobil' Anak gimana? 'Anak Krakatau' gitu. Nah, candaannya seperti itu rata-rata nan datang," jelasnya.
Dia mengatakan omzet menjadi naik sejak Minggu (6/9) saat Anak Gunung Krakatau Erupsi. Selama 3 hari dia bisa meraup jutaan rupiah.
"Ya jika dihitung ada dari cash dan Qris itu Rp 1 jutaan, lebih lah dari segitu belum kita itung," ucapnya.
(dvp/mea)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·