Jakarta -
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga perangkat diplomasi untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia. Kekayaan budaya dan peradaban Indonesia, termasuk Borobudur dan Prambanan, menjadi modal untuk memperkenalkan identitas bangsa sekaligus membangun hubungan dengan negara lain.
"Jadi kita mau menunjukkan bahwa Indonesia ini negara nan sangat besar secara budaya dan peradaban, bayangkan di abad ke-8 kita sudah membangun Borobudur. Presiden Macron (Perancis) saat berjamu terkagum-kagum, dan ini bisa jadi promosi budaya kita diplomasi kita. Perdana Menteri Modi (India) waktu ke Prambanan sudah bersedia untuk kerjasama membantu satu kuadran bagian Prambanan untuk di restorasi," ujar Fadli Zon dalam program Blak-blakan, Sabtu (5/9/2026).
Ia menambahkan upaya tersebut melangkah beriringan dengan repatriasi artefak bersejarah, revitalisasi museum, perlindungan cagar budaya, hingga keterlibatan Indonesia dalam forum UNESCO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia terpilih menjadi personil komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO, dan itu sangat krusial lantaran kita bisa ikut mengarahkan warisan budaya tersebut agar sesuai dengan siapa (bangsa) pemilik aslinya dan bisa mengembalikan ke asalnya, lantaran sekali lagi itu merupakan identitas sebuah bangsa," kata Fadli Zon.
Lalu seperti apa upaya pemerintah untuk mengembalikan benda-benda berhistoris milik Indonesia dari luar negeri? Saksikan selengkapnya penjelasan dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, di program Blak-blakan detikcom dalam kanal 20Detik.
(ppy/ppy)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·