Penelitian terbaru mengungkap tuatara, reptil purba asal Selandia Baru, bisa hidup hingga 427 tahun. Simak rahasia umur panjang "dinosaurus hidup" ini!(Unsplash)
SEBUAH penelitian terbaru mengungkap kebenaran mengejutkan mengenai tuatara, reptil langka endemik asal Selandia Baru nan sering dijuluki sebagai "dinosaurus hidup". Spesies purba ini diketahui mempunyai rentang hidup nan jauh lebih panjang dari perkiraan sebelumnya, ialah bisa memperkuat hidup hingga 427 tahun di alam liar.
Temuan ini menempatkan tuatara ke dalam jejeran teratas hewan vertebrata dengan umur terpanjang di Planet Bumi, bersanding dengan hiu Greenland dan kerang samudra.
Tuatara (Sphenodon punctatus) merupakan satu-satunya personil golongan reptil purba Rhynchocephalia nan tetap tersisa hingga saat ini. Garis keturunan mereka telah ada sejak era Mesozoikum, sezaman dengan dinosaurus sekitar 200 juta tahun lalu. Secara fisik, tuatara menyerupai kadal, namun mempunyai struktur anatomi unik, termasuk "mata ketiga" peninggalan purba di bagian atas kepalanya nan sensitif terhadap cahaya.
Sebelum penelitian ini diterbitkan, para intelektual memperkirakan umur maksimal tuatara berada di kisaran 100 hingga 150 tahun. Namun, melalui kajian pemodelan pertumbuhan dan info demografi jangka panjang nan mengawasi populasi tuatara di pulau-pulau bebas predator di Selandia Baru, para peneliti menemukan bahwa beberapa perseorangan dapat tumbuh sangat lambat dan terus memperkuat hidup hingga melampaui empat abad.
Rahasia utama dari umur panjang tuatara terletak pada laju metabolisme tubuhnya nan sangat lambat serta adaptasinya terhadap suhu lingkungan nan dingin. Tuatara aktif pada suhu nan jauh lebih rendah dibandingkan reptil lainnya, sehingga meminimalisasi tingkat kerusakan sel akibat stres oksidatif sepanjang hidupnya.
Selain metabolisme nan lambat, kediaman nan terisolasi dari ancaman pemangsa mamalia di pulau-pulau perlindungan Selandia Baru turut mendukung tingginya tingkat kelangsungan hidup mereka hingga usia lanjut.
Temuan ini tidak hanya mengubah pemahaman para biolog mengenai pemisah biologis penuaan pada reptil, tetapi juga mempertegas pentingnya upaya konservasi untuk melindungi populasi tuatara nan tersisa dari ancaman perubahan suasana dan invasi jenis asing. (Earth/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·