Jakarta, CNN Indonesia --
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah menyiagakan puluhan ribu masker dan memperketat pemantauan kesehatan penduduk demi mengantisipasi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Segala persiapan dilakukan akibat maraknya kebakaran rimba dan lahan (karhutla) serta cuaca kering di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plt. Kepala Dinkes Papua Tengah, dr. Agus, mengungkapkan bahwa info Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) mulai mendeteksi adanya pergerakan kenaikan diagram kasus ISPA.
Meski perubahannya di sana belum terbilang melonjak drastis, otoritas kesehatan setempat memilih tak mengambil akibat dan langsung mengambil langkah penanganan dari awal.
"Data SKDR menunjukkan mulai ada kenaikan kasus ISPA meski belum signifikan, namun kami tidak boleh lengah," tegas dr. Agus di Nabire, Sabtu (22/8).
Sebagai langkah konkret, Dinkes menyiagakan pasokan obat batuk serta vitamin di Instalasi Farmasi Provinsi, di samping mengamankan stok masker tiga lapis sebanyak 23 karton alias sekitar 60 ribu lembar.
[Gambas:Video CNN]
Petugas di lapangan juga dikerahkan untuk membagikan sedikitnya 1.000 masker setiap hari di beragam area publik.
Mereka juga menyiagakan armada ambulans untuk merespons kondisi darurat penduduk nan mengalami gangguan pernapasan berat.
Langkah pencegahan ini juga menyasar pusat-pusat keramaian warga. Pemerintah wilayah sejauh ini tetap mengizinkan gelaran Car Free Day (CFD) di Nabire demi menjaga perputaran roda ekonomi para pedagang lokal dan mama-mama penjual.
Namun, tim medis tetap disiagakan di letak untuk menyalurkan masker dan mengedukasi warga, sembari menegaskan bahwa izin CFD pekan berikutnya bakal terus dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara.
Di tengah situasi tandus dan ancaman asap karhutla ini, penduduk terus diimbau untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan nan bisa memperburuk kualitas udara.
Masyarakat juga disarankan disiplin mengenakan masker saat keluar rumah, menjaga sirkulasi udara hunian, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi.
Dinkes Papua Tengah meminta penduduk tidak menunda datang ke puskesmas alias akomodasi kesehatan terdekat jika merasakan indikasi batuk pilek lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas sigap dan sesak, hingga munculnya warna kebiruan pada area bibir maupun kulit.
(antara/chri)
15 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·