Diler Honda Ramai-Ramai Hijrah ke Kalimantan, Ada Apa?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah penutupan sejumlah jaringan diler nan tutup di beragam kota seperti Jakarta tepatnya Pondok Pinang serta Pasteur Bandung, Honda justru memamerkan langkah ekspansi di wilayah lain, produsen otomotif asal Jepang ini meresmikan lima diler baru sekaligus di Kalimantan pada awal 2026, menunjukkan strategi nan kontras antara rasionalisasi diler di kota besar dan ekspansi jaringan di daerah.

"Untuk memperkuat coverage dan layanan, di tahun ini kami berencana membuka 13 jaringan diler baru di beragam daerah, di antaranya 5 diler sudah kami buka pada bulan Februari lampau di area Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah," ungkap Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy kepada CNBC Indonesia, Kamis (9/4/2026).

Peresmian dilakukan serentak pada 14 Februari 2026 lampau di sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Langkah ini menjadi sinyal bahwa di tengah penutupan diler di kota-kota besar, Honda tetap memandang potensi pertumbuhan di wilayah nan selama ini belum tergarap optimal.

Kelima jaringan baru tersebut masing-masing berada di Kabupaten Tanah Bumbu, Tanah Laut, Barito Selatan, Kapuas, dan Lamandau. Lokasi-lokasi ini selama ini dikenal mempunyai tantangan geografis nan luas, namun di sisi lain pertumbuhan kendaraan dinilai terus meningkat seiring aktivitas ekonomi di area tersebut.

Manajemen Honda menyebut ekspansi ini bukan sekadar menambah titik penjualan, tetapi juga memperkuat jasa purna jual di wilayah nan sebelumnya minim akses. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi mendekatkan jasa ke konsumen di luar kota besar.

Persaingan industri otomotif nan semakin keras di pasar Indonesia, salah satu diler PT Honda Prospcet Motor (HPM) kudu menutup gerai mereka di area Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Persaingan industri otomotif nan semakin keras di pasar Indonesia, salah satu diler PT Honda Prospcet Motor (HPM) kudu menutup gerai mereka di area Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Persaingan industri otomotif nan semakin keras di pasar Indonesia, salah satu diler PT Honda Prospcet Motor (HPM) kudu menutup gerai mereka di area Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

"Melalui peresmian lima jaringan diler baru ini, Honda mau memastikan konsumen di beragam wilayah Kalimantan, khususnya di area kabupaten, mendapatkan akses jasa nan lebih mudah dan andal," ujar Billy.

Di satu sisi, langkah ini terlihat agresif. Namun di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan Honda juga tengah melakukan penyesuaian jaringan di wilayah lain. Sejumlah diler di kota besar dilaporkan berakhir beraksi dalam satu hingga dua tahun terakhir, sebagian apalagi beranjak menjadi showroom merek lain, termasuk pemain asal China nan tengah ekspansif.

Kondisi ini menggambarkan perubahan strategi nan lebih selektif. Honda tampaknya mulai mengalihkan konsentrasi dari ekspansi di kota besar nan sudah padat menuju wilayah dengan potensi pertumbuhan baru, terutama di luar Pulau Jawa.

"Dengan karakter wilayah nan menuntut mobilitas tinggi dan jarak tempuh nan panjang, kehadiran jasa nan lebih dekat menjadi aspek penting. Fokus kami tidak hanya pada ekspansi jaringan penjualan, tetapi juga memastikan jasa purna jual Honda betul-betul datang dekat dengan aktivitas dan kebutuhan sehari-hari konsumen," kata Billy.

Ekspansi di Kalimantan sendiri bukan langkah baru bagi Honda. Kehadiran merek ini di wilayah tersebut sudah dimulai sejak 1987 di Banjarmasin, kemudian berkembang ke Palangka Raya dan Banjarbaru, hingga akhirnya masuk ke beragam kabupaten dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini sekaligus mencerminkan gimana peta persaingan otomotif nasional berubah. Di tengah tekanan dari pemain baru dan pergeseran perilaku konsumen, produsen seperti Honda tidak lagi hanya mengandalkan ekspansi konvensional, tetapi juga melakukan reposisi jaringan secara lebih adaptif.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News