Dilema Warna Concealer Lebih Terang dari Foundation

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Ilustrasi pakai concealer. Foto: Shutter Stock

Menemukan formula riasan wajah nan sempurna sering kali diwarnai oleh beragam perdebatan teknis, salah satunya adalah mengenai pemilihan warna concealer.

Sebagai salah satu produk penyelamat nan wajib ada di dalam tas riasan, produk ini mempunyai keahlian magis untuk menyamarkan tanda-tanda kelelahan, menyamarkan noda hitam, hingga memberikan pengaruh segar seketika pada wajah. Namun, pertanyaan klasik nan kerap membingungkan para pencinta keelokan adalah apakah warna concealer kudu selalu lebih terang daripada foundation?

Menurut para mahir kecantikan terkemuka dunia, jawaban atas dilema ini sebenarnya sangat berjuntai pada tujuan spesifik dari penggunaan produk itu sendiri. Menyamarkan noda kemerahan, menutupi kantung mata nan gelap, alias melakukan teknik mencerahkan wajah memerlukan pendekatan warna nan sepenuhnya berbeda.

Menggunakan satu warna tunggal untuk menyelesaikan seluruh persoalan kulit justru sering kali menjadi bumerang nan merusak hasil akhir riasan.

Panduan Menyamarkan Noda versus Mencerahkan Wajah

Ilustrasi Makeup. Foto: Boyloso/Shutterstock

Dalam bumi tata rias profesional, patokan penggunaan warna concealer dibagi menjadi dua kategori utama sesuai dengan kegunaan nan mau dicapai. Bernicia Boateng, seorang mitra seni tata rias untuk Estée Lauder UK, menjelaskan bahwa jika konsentrasi utama adalah untuk menutupi noda jerawat, pigmentation, alias area diskolorasi, maka warna nan dipilih kudu sangat mendekati warna foundation dan warna kulit alami Anda. Langkah ini sangat krusial agar formula produk dapat membaur sempurna tanpa menarik perhatian ke area nan mau disembunyikan.

Pendapat senada diungkapkan oleh penata rias legendaris sekaligus pendiri Jones Road, Bobbi Brown. Ia menekankan bahwa kesalahan umum nan sering dilakukan banyak wanita adalah menggunakan produk penyamar kantung mata untuk menutupi jerawat alias noda di area wajah lainnya.

Bobbi Brown. Foto: Wikimedia Commons

Karena formula penyamar kantung mata biasanya dirancang satu tingkat lebih terang, mengaplikasikannya pada noda wajah justru bakal membikin noda tersebut menjadi pusat perhatian.

“Anda tidak bakal pernah mau menggunakan concealer bawah mata untuk menutupi noda wajah. Karena concealer bawah mata setingkat lebih terang dari warna kulit Anda, perihal itu hanya bakal menyoroti apa nan mau Anda sembunyikan,” ujar Bobbi.

Namun, patokan tersebut berubah sepenuhnya ketika konsentrasi beranjak ke proses brightening alias mencerahkan area tertentu. Boateng menyarankan untuk memilih warna nan sedikit lebih terang, khususnya untuk diaplikasikan di bawah mata alias di sepanjang bagian tengah wajah guna menciptakan dimensi dan pengaruh pancaran sinar nan segar.

Menentukan Tingkat Kecerahan dan Menghindari Efek Abu-Abu

Ilustrasi Perempuan Makeup. Foto: PeopleImages/Shutterstock

Jika mencerahkan wajah adalah sasaran utama Anda, kedua master sekata bahwa memilih warna nan satu tingkat lebih terang dari foundation adalah pedoman dasar terbaik. Boateng memaparkan bahwa riasan wajah nan tampak bercahaya dan natural pada dasarnya merupakan hasil dari permainan gambaran dan cahaya. Memilih formula nan sedikit lebih terang membantu menciptakan dimensi lembut tersebut tanpa terlihat berlebihan.

Meski demikian, batas antara mencerahkan dan terlihat terlalu putih sangatlah tipis. Salah satu parameter utama bahwa warna nan Anda pilih terlalu terang adalah ketika area di bawah mata mulai tampak abu-abu, kusam, alias terlihat tidak menyatu dengan bagian wajah lainnya. Fenomena pengaruh abu-abu ini paling sering terjadi pada pemilik warna kulit nan lebih gelap alias deeper skin tones.

Sebaliknya, jika area nan mau Anda cerahkan justru terlihat berat, redup, alias membentuk bercak gelap baru, kemungkinan besar Anda telah memilih warna nan terlalu gelap. Kunci utama dari riasan nan sukses adalah transisi nan mulus dan tanpa pemisah antara aplikasi foundation dan concealer Anda.

Strategi Memilih Shade dan Pentingnya Koreksi Warna

BLP Beauty by Lizzie Parra - Face Concealer Foto: IG @blpbeauty

Langkah awal terbaik untuk menemukan warna nan tepat adalah dengan menggunakan foundation nan sudah cocok dengan kulit Anda sebagai titik acuan. Dari sana, Anda dapat mengidentifikasi warna dasar kulit alias undertone, apakah condong hangat (warm), dingin (cool), netral, alias kemerahan.

Saat berbelanja secara daring, Boateng menyarankan untuk memandang contoh swatch pada model nan mempunyai warna kulit serupa, alih-alih hanya mengandalkan tampilan warna pada bungkusan botol produk.

Untuk mengatasi kegelapan di area bawah mata, prosesnya terkadang memerlukan tahapan ekstra nan tidak instan. Bergantung pada tingkat kegelapan kantung mata, aplikasi produk koreksi warna alias color corrector sering kali dibutuhkan terlebih dulu sebelum ditimpa dengan concealer nan lebih terang. Langkah ini krusial untuk menetralkan warna gelap tersebut agar tidak menghasilkan warna abu-abu nan tidak artistik pada wajah.

Bobbi Brown merekomendasikan penggunaan color corrector bernuansa merah muda alias persik untuk membantu menetralkan area bawah mata nan gelap. Setelah warna dasar nan gelap sukses dinetralkan dengan warna hangat tersebut, barulah Anda dapat mengaplikasikan concealer nan sedikit lebih terang di atasnya untuk memberikan pengaruh segar dan berenergi.

Menolak Aturan Kaku dan Memanfaatkan Warna nan Lebih Gelap

Ilustrasi pakai concealer. Foto: ME Image/Shutterstock

Dunia kosmetik modern sekarang semakin dinamis, sehingga patokan bahwa penyamar noda kudu selalu berwarna terang mulai ditinggalkan. Boateng menyatakan bahwa dia tidak pernah sepenuhnya terikat pada patokan kaku tersebut.

Dalam beberapa kasus, menggunakan warna nan sedikit lebih gelap justru sangat efektif untuk menetralkan area hiperpigmentasi tertentu sebelum mengaplikasikan produk dasar kosmetik lainnya. Warna nan lebih gelap juga dapat digunakan secara strategis untuk menambahkan kehangatan alias arti lembut pada struktur wajah.

Kesalahan paling umum nan tetap sering ditemui adalah kebiasaan menggunakan satu warna produk untuk seluruh area wajah. Kulit manusia secara alami mempunyai ragam warna dan dimensi nan berbeda di setiap sudutnya.

Oleh lantaran itu, riasan nan baik kudu bekerja selaras dengan karakter dimensi alami kulit tersebut, bukan malah meratakannya menjadi satu warna datar nan monoton.

Pada akhirnya, prinsip dari riasan wajah nan sukses bukanlah tentang seberapa tebal alias terangnya produk nan digunakan. “Concealer nan sempurna semestinya membikin orang-orang menyadari keelokan kulit Anda terlebih dulu sebelum mereka menyadari riasan wajah kamu,” ujar Boateng.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan