Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) berada di level tertinggi sangat tidak sehat akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di Sumsel.
"Kualitas udara di Kota Palembang pada Kamis (3/9) pukul 03.00 WIB pada level sangat tidak sehat," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis mengutip Antara, Kamis (3/9).
Dia menyampaikan bahwa berasas pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara hingga pagi hari masuk kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wandayantolis menjelaskan, Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara nan berukuran lebih mini dari alias sama dengan 2,5 µm (mikrometer).
Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat lembut alias PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang diangka tertinggi mencapai 235,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) nan masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap karhutla nan terjadi di beberapa wilayah di Sumsel nan terbawa masuk ke Kota Palembang.
Terkait perihal tersebut, Wandayantolis mengimbau masyarakat untuk membatasi ke luar ruangan, terutama bagi penduduk nan mempunyai gangguan pernapasan.
"Jika terpaksa kudu ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," pungkasnya.
(tim/dal)
41 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·