
Aplikasi Waze. (Foto: Unsplash)
KUALA LUMPUR - Malaysia telah melarang pegawai negeri menggunakan aplikasi navigasi Waze, milik perusahaan induk Google, Alphabet. Larangan itu diumumkan dengan argumen kekhawatiran keamanan nan dikaitkan dengan asal-usul aplikasi tersebut di Israel.
Malaysia, negara dengan kebanyakan masyarakat Muslim, merupakan pendukung kuat perjuangan Palestina dan tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memerintahkan pelarangan tersebut "untuk melindungi info pemerintah dan info pribadi pengguna dari ancaman penyalahgunaan oleh rezim Israel," demikian pernyataan kantornya pada Rabu (21/10/2026).
Diwartakan Reuters, sehari sebelumnya, Anwar menyatakan melalui unggahan di FB bahwa pemerintah sedang meninjau potensi akibat keamanan nan muncul dari penggunaan Waze, nan menurutnya "terikat oleh norma Israel."
Ia menyarankan penggunaan TuJu—aplikasi pemetaan lokal nan dikembangkan oleh Otoritas Jalan Raya Malaysia—sebagai alternatif.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·