Digitalisasi Bansos Ditarget Mulai 2027, Mensos Ajak Warga Jadi Agen Perlinsos

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendorong agar dilakukan digitalisasi support sosial (bansos). Pemerintah juga berkomitmen membuka ruang koreksi info penerima bansos sebagai asas transparansi.

"Pemerintah dibawa pengarahan bahwa Presiden Prabowo ini tidak mau tertutup, kita semua buka, kita perbaiki bersama-sama. Pemerintahnya membuka, datanya juga disampaikan ke masyarakat, masyarakat boleh mengkoreksi, boleh memperbaiki," kata Gus Ipul saat memimpin apel pagi di Kementerian Sosial (Kemensos), Senin (14/9/2026).

Dia mengatakan Kemensos turut melakukan konsolidasi info secara nasional sejak terbitnya Inpres nomor 4 tahun 2025. Dia mengatakan dalam konsep digitalisasi bansos, semua pihak bisa mengusulkan diri dan menyanggah info penerima bansos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Ipul menyadari saat ini info penerima bansos tetap belum betul-betul akurat. Dia mengatakan keterbukaan info dan ruang sanggah nan dibuka diharapkan bakal memperbaiki info sebelum digitalisasi bansos diterapkan secara nasional.

"Nah alhamdulillah sekarang ini dengan adanya keterbukaan sistem nan dibangun, saluran-saluran nan sudah disiapkan, lebih dari 4 juta family penerima faedah nan baru. Sebelumnya belum pernah dapat bantuan, tapi selama 2 tahun ini mereka hasil pemutakhiran bisa mendapatkan support sosial. Nah kemudian ditindaklanjuti dengan langkah digitalisasi bansos," ungkapnya.

Dia mengatakan pada Oktober 2026 bakal dilakukan uji coba digitalisasi bansos di 250 kabupaten/kota. Ditargetkan penerapan digitalisasi bansos tingkat nasional dilakukan 2027.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendorong dibuatnya digitalisasi support sosial (bansos). (Sohnya NR/detikcom)Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendorong dibuatnya digitalisasi support sosial (bansos). (Sohnya NR/detikcom)

"Intinya dengan digitalisasi bansos ini, diharapkan memang nan berkuasa itu, itu memang memenuhi syarat untuk memperoleh perlindungan sosial. Jadi kelak melalui sistem nan sudah disiapkan, masyarakat bisa mengusulkan diri, kelak nan menjawab adalah mesin. Apakah family tersebut layak mendapatkan support alias tidak," katanya.

Ajakan Jadi Agen Perlinsos

Gus Ipul juga membujuk masyarakat lain berperan-serta menjadi bagian Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Agen ini bakal membantu masyarakat lingkungan untuk memastikan bansos tepat sasaran.

"Tugasnya apa? Membantu tetangga-tetangganya terlebih dulu nan mungkin berkuasa mendapatkan support sosial melalui program perlinsos, perlindungan sosial. Jadi bisa mengusulkan. Maka kita beri nama ini Gerakan Nasional Peduli Tetangga," tuturnya.

Dia mengatakan langkah berasosiasi menjadi Agen Perlinsos hanya perlu mendaftar di situs Perlinsos Kemensos. Dia mengatakan program Agen Perlinsos dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga merupakan bagian upaya berbareng menyalurkan bansos tepat sasaran.

"Membantu orang lain nan belum masuk dalam data, dimasukkan kelak datanya bakal diolah lebih lanjut oleh sistem, diverifikasi juga oleh DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional), dan mesinnya bakal menjawab adakah family nan kita usulkan itu belum mendapatkan support sosial," katanya.

(jbr/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News