Dibantu Militer Inggris, Prancis Cegat Tanker Minyak 'Armada Bayangan' Rusia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Dibantu Militer Inggris, Prancis Cegat Tanker Minyak 'Armada Bayangan' Rusia Prancis dan Inggris melakukan operasi berbareng di Samudra Atlantik untuk mencegat kapal tanker minyak Rusia nan diduga melanggar hukuman internasional.(France Navy)

MILITER Prancis sukses mencegat sebuah kapal tanker minyak nan terkena hukuman internasional di Samudra Atlantik pada Minggu (31/5) waktu setempat. Kapal berjulukan Tagor tersebut diduga kuat merupakan bagian dari "armada bayangan" (shadow fleet) milik Rusia.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi operasi pencegatan ini mendapat support penuh dari pihak Inggris. Berdasarkan keterangan otoritas maritim, petugas bersenjata menaiki kapal Tagor saat berada sekitar 400 mil laut di sebelah barat Brittany. Saat ditahan, kapal tersebut diketahui tengah mengibarkan bendera palsu.

"Sangat tidak dapat diterima bagi kapal-kapal untuk mengakali hukuman internasional, melanggar norma laut, dan mendanai perang nan dikobarkan Rusia terhadap Ukraina," tegas Macron melalui unggahannya di media sosial X.

Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) mengonfirmasi kepada BBC bahwa sebuah helikopter militer dari kapal HMS Somerset dikerahkan untuk membantu pencarian dan pemantauan selama operasi Prancis berlangsung. Langkah ini diklaim sebagai corak komitmen untuk memutus aliran biaya nan membiayai invasi Rusia.

Di sisi lain, Moskow bereaksi keras atas kejadian ini. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut penyitaan sepihak tersebut terlarangan dan melanggar hukum. "Penyitaan terlarangan ini berbatasan dengan pembajakan internasional," cetus Peskov. Ia menambahkan Rusia sekarang tengah mengambil langkah-langkah nan diperlukan untuk memastikan keamanan kargonya.

Sejak meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada tahun 2022, Rusia diketahui mengoperasikan "armada bayangan" nan terdiri dari kapal-kapal tanker dengan struktur kepemilikan tidak jelas. Taktik ini digunakan untuk menghindari hukuman internasional terhadap ekspor minyak mereka.

Bagi Prancis, Tagor merupakan kapal armada gambaran keempat nan sukses mereka pangkas jalurnya sejak September 2025. Sebelumnya, otoritas Prancis condong membiarkan kapal-kapal jenis ini melanjutkan pelayaran setelah pemiliknya bayar denda. Namun kini, Paris berjanji untuk memblokir total aktivitas mereka.

Kerja sama pertahanan ini sejalan dengan kebijakan Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, nan pada Maret lampau telah mengizinkan militernya untuk menaiki kapal-kapal Rusia nan terkena sanksi. Kendati demikian, kajian BBC Verify menunjukkan tantangan besar tetap ada, mengingat nyaris 200 kapal "armada bayangan" Rusia tercatat tetap memasuki perairan Inggris hingga pertengahan Mei, meskipun Inggris menyatakan terus berupaya mengganggu dan menangkal pergerakan armada tersebut. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia