Dibanding 1998, Ketahanan Ekonomi RI Kini Jauh Lebih Baik

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Sabtu, 06 Juni 2026 |14:17 WIB

Dibanding 1998, Ketahanan Ekonomi RI Kini Jauh Lebih Baik

Masyarakat diimbau tidak perlu merespons perkembangan ekonomi saat ini dengan kekhawatiran berlebihan. (Foto:Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Masyarakat diimbau tidak perlu merespons perkembangan ekonomi saat ini dengan kekhawatiran berlebihan. Pasalnya, beragam parameter menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini lebih merupakan fase penyesuaian terhadap dinamika dunia dibandingkan sinyal menuju krisis.

"Yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi saat ini merupakan fase penyesuaian terhadap dinamika global, bukan sinyal krisis. Karena itu, nan lebih krusial adalah menjaga optimisme nan logis berasas info dan esensial ekonomi nan ada," jelasnya, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Josua, ketahanan ekonomi nasional tidak terlepas dari sinergi beragam lembaga nan mempunyai peran strategis dalam menjaga stabilitas. Ia menilai koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melangkah dengan baik sehingga bisa meredam akibat gejolak ekonomi global.

Ia menjelaskan Kementerian Keuangan berfokus menjaga kesehatan fiskal dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara Bank Indonesia bertanggung jawab terhadap kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar. Di sisi lain, OJK berbareng Bursa Efek Indonesia (BEI) berkedudukan menjaga stabilitas sektor jasa finansial dan pasar modal.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com