Diam-Diam Harga Beras Medium Naik, Bulog Diperintahkan Gerak Cepat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga beras medium dilaporkan naik. Demikian mengutip paparan Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, ditayangkan kanal Youtube Kemendagri, Senin (13/4/2026).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, beras medium harganya sedikit mengalami kenaikan, di sini harganya naik 0,22% pada pekan kedua April 2026 dibanding Maret 2026. Kondisi saat ini, nilai beras medium rata-rata Rp14.287 per kg.

Sementara nilai beras premium naik 0,17% pada pekan kedua April dibanding Maret 2026. Saat ini nilai rata-ratanya ada di level Rp16.047 per kg.

Merespons perihal itu, Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir nan memimpin rapat tersebut meminta Perum Bulog turun tangan dan sigap merespons pergerakan nilai beras medium tersebut.

"Saya minta Bulog konsentrasi dengan info BPS per kabupaten ini. Saya memahami teman-teman Bulog sudah bekerja keras, tapi unik nan daerah-daerah ini, betul-betul segera diteleponin satu-satu tuh Kepala Bulognya," kata Tomsi.

"Kenapa? Stok melimpah, stok melimpah, mereka tetap naik. Ini nan nggak boleh terjadi nih. Ini lagi di Jawa, Kabupaten Cirebon. Itu kan sejengkal aja itu," tukasnya.

Tampak pada info BPS nan disebutkan Tomsi, nilai bras medium di Cirebon per pekan kedua bulan April 2026 mengalami kenaikan 5,88% ke Rp14.000 per kg, alias 3,70% di atas HET.

"Saya minta bu Epi (Kadiv Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Epi Sulandari) bisa memandang ini. Dan teleponkan lenyap ini. Kemudian Banggai Laut, Boalemo. Buton Utara naiknya 20 (di atas HET). Intan Jaya naiknya 168% (di atas HET). Saya memahami pengedaran di sana sulit, tapi kan tetap kudu diupayakan. Tidak bisa kita terus diam. Gunung Mas, Gunung Mas ini semua naik, cabe naik, termasuk juga ini beras ikut naik nih.," tukasnya.

"Yang golongan belas-belas ini (persen kenaikan di atas HET), harganya naik (harga beras) naik, terasa oleh masyarakat, kerasa sekali. apalagi jika dua puluh, apalagi nan 168% terasa sekali. Oleh saya minta Bulog intervensinya konsentrasi ke daerah-daerah ini, nan signifikan," tegas Tomsi.

Epi pun merespons bakal segera melapor ke Pimpinan Bulog untuk segera ditindaklanjuti pelaksanaannya.

"Dan setiap minggu, Ibu minta duluan datanya dari BPS. Dan, sebelum kita telaah masalah ini (dalam Rapat Pengendalian Inflasi), diberitahukan dulu Kepala-Kepala Bulognya agar mereka tahu, begitu loh, Bu. Kalau mereka nggak ditegur, nah itu. Kalau dia sadar nggak apa-apa. Kalau dia nggak sadar bagaimana? Dia lupa itu harganya naik, tenang-tenang seperti nggak terjadi apa-apa," cetusnya.

Terkait nilai beras premium nan juga naik, meski bukan tanggung jawab Bulog, kata dia, kenaikan harga-harga tetap kudu jadi perhatian. Di mana info menunjukkan lokasinya sama alias tidak jauh berbeda.

"Mudah-mudahan dengan stok mediumnya banyak, premiumnya bisa ikut turun," kata Tomsi.

Pengadaan CBP Naik Terus

Sementara, dalam rapat tersebut, Kadiv Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Epi Sulandari memaparkan, stok beras pemerintah saat ini sudah mencapai 4,647 juta ton. Cadangan beras pemerintah (CBP) itu sekarang sudah disebar ke wilayah-wilayah di Indonesia.

Selain CBP, Bulog juga tercatat mempunyai 21.582 ton beras komersial. Sehingga total volume beras nan dikuasi Bulog saat ini ada 4,668 juta ton.

"Cadangan beras pemerintah sudah kita sebarkan ke seluruh Indonesia. Termasuk ke wilayah III, wilayah-wilayah nan tetap terdapat kenaikan nilai beras nan cukup tinggi. Juga daerah-daerah DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan, Kepulauan) nan tadi disebutkan ibu Deputi," katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, ditayangkan kanal Youtube Kemendagri, Senin (13/4/2026).

Terkait pengadaan beras, lanjutnya, untuk tahun 2026 hingga saat ini, sudah mencapai setara beras 1,8 juta ton untuk PSO (CBP) dan 24 ribu ton setara beras komersial.

Dengan begitu, kata Epi, total pengadaan Bulog dari dalam negeri sudah mencapai 1,9 juta ton setara beras.

Menurutnya, nomor itu adalah tertinggi dibandingkan 6 tahun terakhir.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir dan Kadiv Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Epi Sulandari dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kemendagri)Foto: Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir dan Kadiv Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Epi Sulandari dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kemendagri)
Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir dan Kadiv Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Epi Sulandari dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kemendagri)

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News