Diabetes Remaja Meningkat, Obesitas dan Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Diabetes Remaja Meningkat, Obesitas dan Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama Kasus glukosuria pada remaja di Indonesia melonjak signifikan.(Dok. Universitas Airlangga)

TREN penyakit glukosuria sekarang tidak lagi didominasi oleh golongan usia dewasa. Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan kasus glukosuria pada anak-anak dan remaja di Indonesia nan dipicu oleh obesitas serta pola hidup tidak sehat.

Berdasarkan info tahun 2025, jumlah anak nan menjalani perawatan akibat glukosuria jenis 1 mencapai 1.948 kasus. Angka ini meningkat tajam dibandingkan periode 2017-2019 nan hanya mencatat 1.249 kasus. Dari total pasien tersebut, kebanyakan alias sekitar 58 persen adalah anak perempuan, sementara 42% sisanya merupakan anak laki-laki.

Kekhawatiran tenaga kesehatan sekarang bergeser pada meningkatnya kasus diabetes jenis 2 di kalangan muda. Kementerian Kesehatan mencatat bahwa sekitar 50% hingga 80% kasus glukosuria jenis 2 pada anak berangkaian erat dengan obesitas. Konsumsi makanan sigap saji, minuman tinggi gula, serta minimnya aktivitas bentuk akibat penggunaan gawai nan berlebihan menjadi aspek determinan utama.

Dokter Yulisnawati menegaskan bahwa peningkatan obesitas pada remaja adalah sirine serius. "Prevalensi glukosuria jenis 2 sudah menyusul glukosuria jenis 1. Peningkatan kejadian obesitas pada anak remaja menunjukkan tanda dan indikasi resistensi insulin nan menjadi calon penderita glukosuria di masa depan," ujarnya.

Gejala Diabetes Anak nan Sering Diabaikan:

  • Sering merasa haus dan sering buang air kecil.
  • Mudah lapar namun berat badan menurun tanpa sebab.
  • Mudah capek dan penglihatan kabur.
  • Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap di area tertentu (tanda resistensi insulin).
  • Pada jenis 1: Sering mengompol dan mudah marah.

Selain aspek style hidup, aspek genetik juga turut berperan. Namun, para mahir sepakat bahwa intervensi terbaik dimulai dari lingkungan rumah. Orang tua diimbau untuk membatasi asupan gula, memastikan anak mengonsumsi serat dari buah dan sayur, serta mendorong aktivitas bentuk rutin guna mencegah komplikasi jangka panjang saat mereka dewasa.

Kesadaran family dalam memantau berat badan dan pola makan anak menjadi kunci utama untuk menekan tren kenaikan kasus glukosuria pada generasi muda Indonesia. (Berlico Kimia Farma/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia