Di Tengah Konflik Geopolitik, Prabowo Sebut Banyak Negara Minta Pupuk dari Indonesia

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Di Tengah Konflik Geopolitik, Prabowo Sebut Banyak Negara Minta Pupuk dari Indonesia Presiden Prabowo Subianto mengungkap banyak negara mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia di tengah krisis dunia dan terganggunya rantai pasok akibat bentrok Timur Tengah.(sekretariat negara)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan Indonesia sekarang mulai dipercaya beragam negara untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di tengah ketidakpastian global. Menurutnya perihal itu tidak terlepas dari upaya Indonesia nan sukses memperkuat sektor pertanian nasional.
 
“Sekarang saja sudah terbukti banyak negara nan kesulitan, panik lantaran perang di Timur Tengah. Selat Hormuz ditutup. Dua puluh persen BBM bumi lewat Selat Hormuz. Berarti pupuk terpengaruh lantaran banyak pupuk berasal dari minyak dan gas,” kata Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), dikutip dari keterangan resmi.
 
Menurut Prabowo, kondisi dunia tersebut membikin banyak negara mulai menghadapi tekanan terhadap pasokan pupuk dan pangan. Namun di tengah situasi tersebut, Indonesia justru berada pada posisi nan bisa membantu negara lain.
 
“Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada di pihak nan bisa memberi bantuan,” ujar Presiden.
 
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara telah meminta pasokan pupuk dari Indonesia, mulai dari Australia, Filipina, India, Bangladesh hingga Brasil.
 
“Australia minta tolong kita. Kita jual pupuk ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya bantu semua,” katanya.
 
Presiden Prabowo juga menyebut banyak negara mulai melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan beras. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bakal terjadi tanpa penguatan sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir.
 
“Bayangkan jika kita tidak swasembada. Kalau kita tidak buru-buru bereskan masalah pertanian,” ujarnya.

Ekspor Pupuk

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor perdana pupuk urea produksi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) senilai total Rp7 triliun di Pelabuhan Bontang, Kamis (14/5).

Mentan Amran merinci bahwa pengiriman tahap awal ini mencapai 47.250 ton urea dengan nilai sekitar Rp600 miliar. Secara bertahap, volume ekspor bakal ditingkatkan hingga mencapai sasaran 500.000 ton.

“Rencana kita bakal ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,” ujar Mentan Amran di sela peninjauan pelepasan ekspor tersebut.

Keberhasilan menembus pasar Australia melalui skema government-to-government (G2G) ini segera diikuti oleh ekspansi ke negara-negara strategis lainnya. Mentan mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah menyatakan minat besar terhadap pupuk produksi Indonesia.

“Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton. Beberapa negara lain juga berkeinginan ialah Filipina, Brasil, Bangladesh, dan ada beberapa negara lagi. Ini nan kita syukuri dan banggakan,” ungkapnya. (Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia